Widyawati Raih Penghargaan di Festival Film Asia Pasifik

Kompas.com - 09/01/2020, 13:48 WIB
Widyawati saat ditemui dalam jumpa pers film Mahasiswi Baru di kawasan Kebon Sirih, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019). KOMPAS.com/IRA GITAWidyawati saat ditemui dalam jumpa pers film Mahasiswi Baru di kawasan Kebon Sirih, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).
Editor Kistyarini

KOMPAS.com - Aktris senior Widyawati meraih penghargaan dalam ajang Festival Film Asia Pasifik (APFF) 2020 yang diselenggarakan pada 5 - 9 Januari di Macau.

Widyawati dinobatkan sebagai Artis Pembantu Terbaik dalam perannya di film Ambu. Aktris kelahiran 1950 itu mengaku senang atas penghargaan tersebut.

“Saya bersyukur. Ini kehormatan buat artis segenerasi saya," kata Widyawati dalam siaran pers yang diterima Antara, Rabu (8/1/2020).

Dalam film Ambu, Widyawati berperan sebagai seorang ibu suku Baduy, salah satu suku di Indonesia yang sangat ketat menjaga kemurnian budaya.

Baca juga: Mahasiswi Baru Gambarkan Widyawati Kuliah bareng Generasi Milenial

 

Peran tersebut dapat dihayatinya dengan akting yang sangat menyakinkan.

Sementara itu, Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) pada tahun 2020, mengirim dua film untuk mewakili Indonesia di APFF.

Kedua film tersebut masing-masing adalah Kucumbu Tubuh Indahku karya sutradara Garin Nugroho, dan film Ambu karya sutradara Farid Dermawan.

Baca juga: Kucumbu Tubuh Indahku dan Ambu Wakili Indonesia di Festival Film Asia Pasifik

Selain Widyawati, film Kucumbu Tubuh Indahku, yang judulnya diterjemahkan menjadi Memories of My Body berhasil meraih predikat cerita asli terbaik.

Keberhasilan Widyawati mengondol gelar artis pembantu terbaik sekaligus memecah rekor sebagai artis Indonesia tertua yang pernah meraih artis terbaik tingkat internasional.

Di usianya yang telah menginjak 70 tahun, Widyawati masih terus berkarya bagi dunia perfilman.

Nama Widyawati mulai melambung saat bermain sebagai Yuli dalam Pengantin Remaja (1971) bersama Romi yang diperankan almarhum Sophan Sophiaan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X