Profil Chef Juna, dari Sekolah Pilot hingga Jadi Koki

Kompas.com - 24/02/2020, 13:13 WIB
Junior Rorimpandey atau lebih dikenal dengan Chef Juna berpose di Restoran Correlate, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/6/2017). Selama 13 tahun menjadi chef di Amerika, Juna mempelajari berbagai masakan khas sejumlah negara, kini penikmat kuliner dapat menikmati langsung hidangan kreasinya di restoran terbaru miliknya, Correlate. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELJunior Rorimpandey atau lebih dikenal dengan Chef Juna berpose di Restoran Correlate, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/6/2017). Selama 13 tahun menjadi chef di Amerika, Juna mempelajari berbagai masakan khas sejumlah negara, kini penikmat kuliner dapat menikmati langsung hidangan kreasinya di restoran terbaru miliknya, Correlate.

JAKARTA, KOMPAS.com – Junior Jhon Rorimpandey atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Chef Juna adalah seorang koki kenamaan Tanah Air.

Namanya dikenal publik ketika menjadi juri di salah satu ajang kompetisi memasak, MasterChef Indonesia.

Sebelum menjadi koki selebritas terkenal seperti sekarang ini, Chef Juna sempat mengalami kehidupan yang sangat keras. Ia pernah diculik, disiksa hingga ditembak.

Chef Juna awalnya merupakan mahasiswa jurusan perminyakan di Universitas Trisakti.

Baca juga: 6 Fakta Chef Renatta, Pesonanya Gantikan Posisi Raisa dan Isyana

Namun, pendidikannya selama 3,5 tahun tersebut tidak terselesaikan lantaran dirinya kala itu terlalu nakal.

Setelah gagal lulus kuliah di Indonesia, chef kelahiran 20 Juli 1975 ini pun memutuskan untuk memperbaiki kehidupannya.

Ia menjual motor kesayangannya demi biaya sekolahnya di luar negeri di Brownsville, Texas, Amerika Serikat, pada 1997. Di sana ia masuk ke dalam sekolah penerbangan.

Baca juga: Chef Arnold Marah Peserta MasterChef Indonesia Contek Resep, Langsung Didiskualifikasi

Setelah berhasil lulus dan mendapat lisensi pilot, selang beberapa lama sekolah penerbangannya itu bangkrut dan membuat Juna pindah ke Houston untuk melanjutkan pelatihannya.

Namun karena adanya krisis moneter pada 1998 yang membuat orangtuanya kesulitan ekonomi, Juna terpaksa harus mencari uang sendiri untuk membiayai hidupnya di sana.

Profesi sebagai koki ini pun didapatkan Juna secara tidak sengaja. Kala itu, ia bekerja di salah satu restoran tradisional Jepang sebagai pelayan.

Baca juga: Chef Arnold Prediksi Pemenang MasterChef Indonesia, Siapa?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X