Kompas.com - 21/12/2021, 14:34 WIB

KOMPAS.com - JTBC mengumumkan pernyataan terkait drama baru mereka, Snowdrop, yang diterpa kontroversi.

Dilansir Soompi, awal mula kontroversi itu muncul pada Maret lalu terkait dengan kecurigaan distorsi sejarah.

Pihak JTBC dengan tegas membantah kabar tersebut diikuti oleh perilisan dua pernyataan atas kekhawatiran publik.

Namun kontroversi itu kembali muncul setelah penayangan episode perdana dan kedua Snowdrop pada 18 dan 19 Desember 2021.

Baca juga: Snowdrop Kena Petisi, Para Sponsor Mulai Menarik Diri

Sebuah petisi online yang diajukan ke Kantor Kepresidenan atau Blue House, pada 18 Desember. Petisi itu menuntut penayangan drama tersebut dihentikan.

Penuntut mengkritik beberapa aspek drama, termasuk penggunaan lagu simbolis untuk gerakan demokratisasi.

Petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 300.000 tanda tangan pada 21 Desember 2021 pukul 00.00 waktu Korea.

Munculnya kontroversi tersebut membuat banyak sponsor mengumumkan keputusan untuk mundur dari drama Snowdrop.

Baca juga: Snowdrop Baru Tayang 2 Episode, Petisi Penghentian Capai 200.000 Tanda Tangan

JTBC kemudian merilis pernyataan untuk menanggapi kontroversi tersebut.

“Pertama-tama, latar belakang dan motif peristiwa penting dalam Snowdrop adalah masa rezim militer. Latar belakang ini berisi cerita fiktif tentang penguasa yang yang berkolusi dengan Korea Utara untuk mempertahankan kekuasaan,” kata JTBC.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.