Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/10/2022, 16:47 WIB
Ady Prawira Riandi,
Dian Maharani

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gending Sriwijaya merupakan film bergenre drama laga kolosal yang dirilis pada 2013.

Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan merupakan proyek kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan.

Gending Sriwijaya terinspirasi dari lagu dan tarian tradisional kebudayaan Palembang, Sumatra Selatan.

Komposisi pemain film ini adalah 80 persen warga setempat dan 20 persen artis dari Jakarta.

Baca juga: Miracle In Cell No 7 Raih 4,9 Juta Penonton, Hanung Bramantyo Terharu

Pemeran

-Agus Kuncoro
-Sahrul Gunawan
-Julia Perez
-Mathias Muchus
-Slamet Rahardjo
-Jajang C. Noer
-Hafshary

Sinopsis

Nusantara pada abad ke-16, tiga abad setelah runtuhnya Kerajaan Sriwijaya, mulai diperebutkan oleh kerajaan-kerajaan kecil yang bermunculan.

Salah satunya adalah Kedatuan Bukit Jerai yang dipimpin oleh Dapunta Hyang Mahawangsa dengan permaisurinya Ratu Kalimanyang.

Baca juga: Gending Sriwijaya Versi Joey Alexander Memukau Penonton di Pembukaan Asian Games 2018

Dapunta Hyang yang sudah tua seharusnya menyerahkan mahkota kepemimpinannya kepada Awang Kencana.

Namun di luar kebiasaan adat, Dapunta justru menunjuk Purnama Kelana, adik Awang, untuk menjadi penggantinya.

Awang Kencana secara diam-diam mengetahui rencana itu dan sangat kecewa dengan keputusan ayahnya.

Awang kemudian menjebak Purnama, menfitnah Purnama telah membunuh Dapunta Mahawangsa.

Purnama kemudian ditangkap oleh Awang dan dijebloskan ke penjara.
Dengan dibantu oleh para tabib dan sahabat-sahabatnya, Purnama berhasil dibebaskan dan dihindarkan dari hukuman mati.

Kelompok pasukan Awang kemudian mengejar Purnama sampai ke pelosok hutan.

Purnama bahkan jatuh dari jurang yang tinggi sampai tercebur ke sungai sehingga dianggap mati oleh pasukan Awang.

Setelah meninggalnya Dapunta Hyang Mahawangsa, seratus hari kemudian, Awang dinobatkan sebagai raja di Kedatuan Bukit Jerai.
Awang memerintahkan untuk membasmi kelompok perampok Ki Goblek.
Mata-mata Awang Kencana berhasil mengetahui markas kelompok Ki Goblek.

Dengan kekuatan penuh, pasukan Awang Kencana mengepung Ki Goblek yang bermarkas di sebuah gua di tengah hutan.

Ki Goblek tewas di tangan pasukan Awang. Namun serangan itu justru semakin membuat Purnama meradang karena kelompok Ki Goblek membantunya saat terbawa arus sungai.

Purnama pun kemudian bangkit untuk membalaskan dendam kematian ayahnya sekaligus membuktikan dirinya tak bersalah di hadapan Kedatuan Bukit Jerai.

Cara Nonton

Gending Sriwijaya bisa disaksikan di layanan streaming Disney+ Hotstar.

Film berdurasi 2 jam 14 menit ini bisa langsung ditemukan dengan cara memasukkan nama judul ke kolom pencarian di Disney+ Hotstar.

Berikut ini link nonton film Gending Sriwijaya di Disney+ Hotstar.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com