Jay Subyakto Garap Film Dokumenter Sejarah Rempah-rempah Indonesia - Kompas.com

Jay Subyakto Garap Film Dokumenter Sejarah Rempah-rempah Indonesia

Kompas.com - 16/06/2017, 19:44 WIB
Sutradara Jay Subyakto ditemui di sela pameran Lingkage: 20 Yeats OHD Museum, Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (20/5/2017).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Sutradara Jay Subyakto ditemui di sela pameran Lingkage: 20 Yeats OHD Museum, Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (20/5/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya penata artistik Jay Subyakto menyutradarai film dokumenter dengan tema sejarah perdagangan rempah-rempah Indonesia. 

Film berjudul Banda, The Dark Forgotten Trail mengupas kejayaan pala, komoditi rempah yang dulu dianggap lebih bernilai dari emas, di kepulauan Banda yang hampir terlupakan.
 
Tak hanya soal jalur rempah, Banda, The Dark Forgotten Trail pun menceritakan genosida pertama di Indonesia yang membuat penduduk asli Banda hilang tak bersisa. Juga Banda yang jadi tempat awal kolonialisme, tapi juga awal nasionalisme saat empat bapak bangsa Indonesia dibuang ke sini.
 
Produser dan sutradara berbagai konser musik ini juga memasukkan fragmen dari konflik agama tahun 1999 sampai mengapa banyak orang Indonesia yang tidak tahu sejarah di kepulauan Banda.
 
Jay diminta duduk di bangku sutradara oleh produser Sheila Timothy yang ingin membuat film dokumenter unik, baru dan menarik. Kebetulan dia melihat sebuah wawancara di mana Jay menunjukkan ketertarikan untuk membuat film dokumenter mengenai Indonesia. 
 
"Saat ditawari Sheila, saya senang sekaligus takut karena membuat dokumenter itu sulit," kata Jay di Rumah Indofood, Jakarta Fair Kemayoran, Kamis (15/6/2017) petang.
 
Isi dari dokumenter harus setia pada hasil riset karena bercerita tentang sejarah, di sisi lain Jay juga harus mengemasnya secara menarik.
 
"Riset hampir setahun, kita banyak bertemu sejarawan dari Indonesia, Belanda, juga generasi muda yang ada di Banda Neira," kata Jay.
 
Proses shooting film yang juga diboyong ke International Documentary Filmfestival Amsterdam 2017 memakan waktu hingga 30 hari.
 
Pria berusia 56 tahun ini menjanjikan visual keindahan Indonesia Timur diiringi alunan lagu yang memanjakan telinga dari Barasuara dan Indra Perkasa.
 
Aktor Reza Rahadian didapuk jadi narator bahasa Indonesia, sementara versi bahasa Inggris dibawakan oleh Ario Bayu.
 
Banda, The Dark Forgotten Trail akan ditayangkan pada 31 Juli 2017. Tanggal itu bertepatan dengan peringatan 350 tahun Perjanjian Breda yang beri penyerahan pulau Rhun, Banda dari Inggris ke Belanda yang ditukar dengan Manhattan dan New York.
 
Film ini juga akan ditayangkan dalam acara nonton bareng di sekolah-sekolah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorIrfan Maullana
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM