Kuasa Hukum: Tuntutan Dua Tahun Penjara Untuk Ridho Rhoma Berlebihan - Kompas.com

Kuasa Hukum: Tuntutan Dua Tahun Penjara Untuk Ridho Rhoma Berlebihan

Dian Reinis Kumampung
Kompas.com - 12/09/2017, 23:36 WIB
Penyanyi dangdut Ridho Rhoma tak kuasa menahan air matanya saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (5/9/2017).KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi dangdut Ridho Rhoma tak kuasa menahan air matanya saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (5/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com--Kuasa hukum Ridho Rhoma, Ismail Rami mengungkapkan bahwa tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap kliennya berlebihan.

Hal itu diungkapkan nya saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (12/9/2017). Ismail berpendapat bahwa berdasarkan barang bukti, Ridho seharusnya direhabilitasi.

"Jadi gini, kan jaksa menuntut dua tahun penjara, tapi kan selama ini kita dengar dari saksi-saksi bahwa barang bukti di bawah satu gram menurut surat edaran MA dinyatakan sebagai pemakai nah pemakai ini, pecandu, harus diobati. Harus direhabilitasi," kata Ismail.

"Tuntutan dua tahun penjara itu menurut kami penasihat hukum berlebihan," imbuhnya.

[Baca juga: Ridho Rhoma Inginkan 6 Bulan Rehabilitasi]

 

Untuk itu Ismail berharap agar majelis hakim mau menerima beberapa pernyataan saksi yang telah dihadirkan tim kuasa hukum Ridho pada sidang sebelumnya.

"JPU mengabaikan pendapat-pendapat para saksi ahli. Makanya kami minta kepada majelis hakim supaya bisa mencermati atau menerima masukan atau kesaksian para saksi ahli bahwa memang dari BNN arahnya ke rehabilitasi. Dari RSKO (Rumah Sakit Ketergantungan Obat) ini pengaruhnya rehabilitasi," ujarnya.

[Baca juga: Ridho Rhoma Tetap Tersenyum meski Nota Pembelaannya Ditolak Jaksa]

 

PenulisDian Reinis Kumampung
EditorBestari Kumala Dewi
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM