Bocoran Formula Sukses Marvel Cinematic Universe - Kompas.com

Bocoran Formula Sukses Marvel Cinematic Universe

Andi Muttya Keteng Pangerang
Kompas.com - 12/11/2017, 12:40 WIB
Superhero Iron Man, yang diperankan Robert Downey Jr, dalam film yang diproduksi Marvel Studios.Dok Marvel/Disney Superhero Iron Man, yang diperankan Robert Downey Jr, dalam film yang diproduksi Marvel Studios.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Marvel Cinematic Universe (MCU) akan memasuki usia ke-10 tahun pada 2018 mendatang. Semesta Marvel lahir seiring penayangan film Iron Man pertama pada 2008 lalu.

Terhitung sejak itu, Marvel telah memproduksi sekitar 14 film pahlawan super yang diangkat dari komik mereka. Pada fase pertama, setelah Iron Man (2008), dua tahun kemudian dirilis Iron Man 2 (2010), Thor (2011), dan  Captain America: The First Avenger (2011).

Lalu, film The Avengers (2012) menjadi pembuka fase kedua. Diikuti oleh Iron Man 3 (2013), Thor: The Dark World (2013), Captain America: The Winter Soldier (2014), Guardians of the Galaxy (2014), Avengers: Age of Ultron (2015), dan Ant-Man (2015).

Fase ketiga, menghadirkan film Captain America: Civil War (2016), Doctor Strange (2016), Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017), Spider-Man: Homecoming (2017), dan Thor: Ragnarok (2017).

Menuju akhir fase ketiga tahun depan, Marvel bakal merilis Black PantherAvengers: Infinity War (2018), serta Ant-Man and the Wasp (2018), Captain Marvel (2019), dan film Untitled Avengers (2019).

[Baca juga : Lima Momen Terbaik dalam Trailer Avengers: Infinity War]

Sebagian besar di antaranya mampu menembus tangga Box Office dunia. Tak sedikit pula yang menuai kritikan positif dari para kritikus film.

Dalam sebuah wawancara via telepon baru-baru ini, Vice President International Business Development & Brand Management Marvel, CB Cebulski, membocorkan formula kesuksesan Marvel.

"Banyak faktor yang berkontribusi dalam kesuksesan MCU. Formula pertama adalah visi Kevin Feige (bos Marvel Studio), dia ingin membuat film seperti yang ia sukai saat kecil ke dalam MCU lewat alur cerita yang saling berkait," ucap Cebulski.

Meski dengan banyak sekali karakter pahlawan super dalam film yang berbeda-beda, ia mengakui bahwa Feige mampu menggabungkannya ke dalam sebuah alam semesta.

"Orang-orang yang bisa mengikuti itu, bukan hanya tentang pahlawannya secara individu, tapi juga Marvel pada umumnya," katanya.

[Baca juga : Kostum Baru Iron Man dalam Film ?Avengers: Infinity War?]

Faktor kedua yang turut membantu kesuksesan MCU, lanjut Cebulski, adalah Marvel menggandeng kreator, penulis, pembuat film, bahkan aktor yang juga penggemar. Atau paling tidak tumbuh besar dengan komik.

"Mereka yang betul-betul memahami jantungnya karakter Marvel," ujar Cebulski.

Lalu yang tak kalah penting, yakni cerita, baik itu pengemasan cerita dan gaya penceritaan. Sang pahlawan super nampak selalu terdepan menjadi penggerak utama film-film Marvel, namun keragaman cerita dan genrenya juga ikut berpengaruh.

" itu komedi romantis, Captain America: Winter Soldier semacam spy-thriller, Thor bergenre fantasi, dan lainnya," ucap Cebulski.

Kemudian, walaupun selalu mengedepankan kisah-kisah heroik nan epik, menurut dia, Marvel tak pernah lupa menuangkan sisi atau rasa manusia dalam tiap filmnya. MCU selalu berusaha menyajikan kisah luar biasa dan hebat, namun sekaligus realistis.

"Kami tak hanya menceritakan kisah Iron Man, Hulk, Captain America, kami ceritakan tentang Tony Stark, Rogers, tentang Bruce Banner. Sisi manusia dalam ceritanya juga penting. Para aktor yang memerankannya luar biasa," ujarnya.

[Baca juga : Marvel Beri Bocoran tentang Film Black Panther ]

Cebulski menambahkan, cerita Marvel selain tentang kepahlawanan, juga harapan, inspirasi, dan aspirasi. Pahlwan super Marvel selalu tampil dengan kostum yang memukau dan kekuatan yang nyaris tak terkalahkan.

Tetapi di balik itu, Cebulski menyebut para superhero itu tetap manusia atau punya sisi manusia dalam dirinya. Marvel juga sengaja menampilkan karakter superhero yang tanpa kekuatan super, contohnya Black Widow.

"Dan meski ada karakter yang tak punya super power, mereka tetap menjadi pahlawan. Itulah pesan yang ingin kami sampaikan ke orang-orang bahwa siapa pun bisa jadi pahlawan," ucap Cebulski.

"Saya kira, itu inti kesuksesan Marvel. Kami menciptakan kisah-kisah yang epik, namun punya human spirit. Dari sanalah kesuksesan Marvel berasal, menurutku," sambungnya.

Terakhir yang tak kalah penting, adalah Marvel punya "perpustakaan" karakter yang terus dikembangkan.

"Elemen terakhir adalah Marvel punya sekitar lebih 8.000 karakter dan kami secara perlahan memperkenalkannya lewat film. Semua orang punya karakter favorit dan menanti kapan favorit karakter mereka akan muncul. Perpustakaam karakter yang kami punya terus kami bangun untuk mengembangkan MCU. Itu membantu kami," kata Cebulski.

[Baca juga : 4 Komikus Marvel Siap Berbagi Ilmu dalam Marvel Creative Day Out 2017]

PenulisAndi Muttya Keteng Pangerang
EditorBestari Kumala Dewi
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM