Adinia Wirasti Belajar Buat Cokelat di Swiss - Kompas.com

Adinia Wirasti Belajar Buat Cokelat di Swiss

Tri Susanto Setiawan
Kompas.com - 15/11/2017, 14:20 WIB
Adinia Wirasti saat menghadiri peluncuran teaser trailer dan poster resmi film Satu Hari Nanti di A Qubicle Center, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).KOMPAS.com/Tri Susanto Setiawan Adinia Wirasti saat menghadiri peluncuran teaser trailer dan poster resmi film Satu Hari Nanti di A Qubicle Center, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Alya harus menuruti permintaan kedua orangtuanya untuk belajar membuat cokelat di Swiss. Kedua orangtuanya ingin dia meneruskan bisnis cokelat yang berdiri di Jakarta.

Itulah peran yang dibawakan Adinia Wirasti dalam film arahan Salman Aristo, Satu Hari Nanti.

"Alya dikirim oleh orangtuanya yang punya bisnis cokelat di Jakarta, dia dipercaya orangtuanya untuk belajar membuat cokelat di Swiss," kata Adinia dalam jumpa pers di A Qubicle Center, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).

Permintaan keluarga Alya, kata Adinia, sebenarnya tidak sejalan dengan keinginan Alya yang lebih berminat terhadap masakan street food atau masakan tradisional. Di sinilah, Adinia mengaku tertantang untuk mengolah sisi bertentangan tersebut.

"Workshop yang aku jalani adalah masak pada umumnya, bukan membuat cokelat. Masakan general, belajar masak cokelat hanya sekali, karena kan sebenarnya passion Alya bukan membuat cokelat. Saya ingin Alya asing terhadap cokelat," ucap dia.

Adinia sendiri menjalani proses pengambilan gambar  di Swiss selama 26 hari. Ia menjalani shooting bersama lawan mainya, yakni Ringgo Agus Rahman, Ayushita, dan Deva Mahenra.

[Baca juga : Ringgo Agus Rahman Belajar Banyak Bahasa untuk Satu Hari Nanti]

Satu Hari Nanti bercerita tentang pilihan dan kegelisahan anak muda dalam membangun sebuah komitmen di Swiss, baik dalam cinta, keluarga, mapun pekerjaan.

[Baca juga : Satu Hari Nanti, Ungkap Kegelisahan Anak Muda di Swiss]

Liku-liku pertemanan dan kisah cinta yang kelam tumbuh bersama dalam pencarian makna akan jati diri mereka di negeri orang.

Film garapan rumah produksi Rumah Film dan Evergreen Pictures itu akan tayang dijaringan bioskop pada 7 Desember 2017.

PenulisTri Susanto Setiawan
EditorKistyarini
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM