Rangga SMASH: Televisi Indonesia Lebih Sering Sajikan Tarian Modern - Kompas.com

Rangga SMASH: Televisi Indonesia Lebih Sering Sajikan Tarian Modern

Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi
Kompas.com - 20/11/2017, 08:14 WIB
IKON--Artis Ayushita dan Rangga Moela menjadi ikon Indonesia Menari 2017 di Kota Solo, Minggu (19/11/2017)KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi IKON--Artis Ayushita dan Rangga Moela menjadi ikon Indonesia Menari 2017 di Kota Solo, Minggu (19/11/2017)

SOLO, KOMPAS.com — Personel boyband SMASH Rangga Moela berpendapat media televisi memiliki peran penting untuk melestarikan budaya Indonesia, termasuk tari tradisional.

Namun, kata Rangga, saat ini televisi Indonesia lebih banyak menampilkan tarian modern.

"Televisi di Indonesia mungkin lebih banyak menampilkan tari modern. Saya pernah menjadi juri mencari bakat di salah satu stasiun swasta. Dan memang sejauh ini pesertanya banyak menampilkan tari modern," ujar Rangga Moela di sela-sela acara Indonesia Menari 2017 di The Park Mall Solo, Minggu ( 19 / 11 / 2017) .

Rangga mengatakan untuk terus melestarikan warisan budaya seni tari tradisional dibutuhkan media yang menayangkan.

Ia menilai kaum muda Indonesia belum meninggalkan tarian tradisional. Hal itu terlihat dari tingginya minat mereka terlibat dalam Indonesia Menari 2017 yang digelar di tiga kota.

"Berarti atensi pemuda banyak sekali tetap melestarikan budaya Indonesia," jelas Rangga.

Menurut Rangga, menari tradisional sangat berbeda dengan tarian modern. Tari tradisional membutuhkan detil yang banyak.

"Sulit sih tarian tradisional itu, banyak detailnya dibandingkan tarian modern. Pakem, bodi, mendet dan tangan detailnya banyak sekali," ungkap Rangga.

[Baca juga : Indonesia Menari 2017 Ajak 3.000 Orang Menari di Tiga Kota]

Rangga selama ini dikenal sebagai artis yang biasa membawakan tari modern dan hip-hop. Namun ia mengaku sudah lama ingin belajar tarian tradisional Idonesia.

Akhirnya, tahun ini akhirnya dapat kesempatan belajar dan menari di ajang Indonesia Menari 2017. Ia pun merasa bangga menjadi ikon acara lantaran antusias pesertanya yang luar biasa.

"Dengan acara ini masyarakat makin melek dengan tari tradisional, " ungkap Rangga.

[Baca juga : Pertama Kali Menari, Yuki Kato Grogi dan Panik]

PenulisKontributor Solo, Muhlis Al Alawi
EditorKistyarini
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM