Didik Nini Thowok Persembahkan Tari Beskalan Putri di Kulfest 2017 - Kompas.com

Didik Nini Thowok Persembahkan Tari Beskalan Putri di Kulfest 2017

Andi Muttya Keteng Pangerang
Kompas.com - 26/11/2017, 08:37 WIB
Maestro tari Indonesia, Didik  Nini Thowok, mementaskan Tari Beskalan Putri di Kulon Progo Festival 2017 yang digelar di Bendung Khayangan, Kulon Progo, Sabtu (25/11/2017).KOMPAS.COM/KISTYARINI Maestro tari Indonesia, Didik Nini Thowok, mementaskan Tari Beskalan Putri di Kulon Progo Festival 2017 yang digelar di Bendung Khayangan, Kulon Progo, Sabtu (25/11/2017).

KULON PROGO, KOMPAS.com - Maestro tari Indonesia, Didik Nini Thowok, kembali unjuk kebolehan pada hari kedua Kulon Progo Festival (Kulfest) 2017, Sabtu (25/11/2017).

Bertempat di panggung Amarta, area Bendung Khayangan, DI Yogyakarta, Didik mementaskan tari Beskalan Putri yang merupakan tarian tradisional dari Malang, Jawa Timur.

Sebelum alunan musik gamelan Jawa dimulai, Didik terlihat sudah memasuki panggung dengan anggun. Ia memakai sanggul berhiaskan bunga melati dan cundhuk mentul, dipadukan kemben hitam-emas dan celana selutut berwarna senada.

Sebelum memulai tariannya, Didik terlebih dulu memasang gongseng pada pergelangan kaki kanannya yang ditutupi kaos kaki putih. Gongseng adalah gelang kaki yang dilengkapi lonceng-lonceng kecil.

Sejurus kemudian, Didik mulai meliukkan tangan setelah membunyikan gongseng beberapa kali. Ia menari mengikuti lantunan musik gamelan Jawa dan vokal melengking sang pesinden.

Sesekali ujung selendang yang ia kenakan melambai-lambai mengikuti gerak lentur jemarinya. Gerakannya lincah, namun tetap dinamis dan anggun.

Tarian ini dulunya dibawakan saat masyarakat Malang akan membuka tanah atau mendirikan bangunan. Tujuannya sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki berlimpah dan kesuburan. Namun sekarang umum dipentaskan sebagai tarian pembuka sebuah acara.

"Tarian tersebut tercipta ketika seorang gadis bernama Sukanti bermimpi didatangi Putri Proboretno dari Kadipaten Malang yang menjadikan Sukanti bangun seperti orang kesurupan sedang menari-nari dan meminta diiringi gamelan," ucap pemandu acara menjelaskan.

"Didik Nini Thowok mempelajarinya di Padepokan seni Mangun Dharma Tumpang Malang," sambungnya.

[Baca juga : Ardhanareshvara, Sajian Pembuka dari Didik Nini Thowok di Kulfest 2017]

Di panggung Amarta, tak cuma Didik yang tampil. Berturut-turut ada penari tradisional Jepang bernama Hasuda Ai, Komunitas Bissu, Thummanit Nikomrat dari Thailand, Sanggar Seni Saba Sari, Sun Yijun, Pooja Bhatnagar dari India, serta Sanggar GER.

Selain pertunjukan budaya, Kulfest 2017 juga menghadirkan beberapa musisi favorit Indonesia, ada Sheila On 7, Andien, Dewa Budjana feat Trie Utami, Endank Soekamti, Payung Teduh, hingga Gugun Blues Shelter.

[Baca juga : Didik Nini Thowok: Kulfest 2017 Juga Merangkul Millennials ]

PenulisAndi Muttya Keteng Pangerang
EditorKistyarini
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM