Kompas.com - 25/10/2011, 11:56 WIB
EditorAti Kamil

Kalau kemudian ada lagu "Rumah Kita", yang Ian ciptakan, itu dia bikin sendiri, saya enggak ikut-ikutan. Dia main sendiri dengan gitar, saya dan yang lainnya menyesuaikan isi piano, isi bas, isi drum.

Jadi, di God Bless itu, enggak bisa diklaim itu lagu sama-sama. Tidak bisa seperti itu lah, karena memang tidak pernah bikin lagu sama-sama. Kalau pun ada, itu berdua. Seperti saya sama Donny di lagu "Semut Hitam", yang bermula dari gagasan Donny, terus saya yang bikin liriknya. Jadi, jelas itu bikinan Donny Fattah dan Yockie. Nah, kalau "Kehidupan" dan "Menjilat Matahari", itu bikinan saya. Apalagi, lagu "Raksasa".

Kalau dibilang repot menentukan siapa penciptanya, mungkin itu kasus Ian sendiri di God Bless sekarang ini, bukan kasus saya. Bisa saja itu kasus God Bless selama ini, yang sudah tanpa saya. Ini bukan terjadi di kasus saya.

Kalau sudah begini, apakah Anda dan God Bless bisa duduk bareng atau malah terpaksa melangkah ke wilayah hukum?

Seperti yang saya tulis di Facebook saya, saya ini motivasinya bukan untuk mempermalukan mereka atau bukan juga untuk memperebutkan masalah ekonomi royalti, bukan itu juga. Saya ini hanya ingin menegakkan etika, karena setelah bergaul di musik, saya juga bergaul di budayawan. Saya banyak belajar mengenai etika, bagaimana etika kita morat-marit. Ketika saya kembali ke dunia musik, ternyata etika kita ini sudah mulai kacau. Bukan mengenai mempermalukan orang atau mencari popularitas, tapi ini masalah etika.

Sudah sulit bagi saya untuk memakai cara-cara yang biasa, tapi ternyata mereka tidak paham, mereka tidak taat hukum. Kalau sudah tidak taat hukum, ya pantas saja mereka di mata saya sudah tidak tahu etika.

Jadi, God Bless masih bisa membawakan lagu ciptaan Anda?

Ya, itu dia etika. Ketika mereka sudah menyadari kekeliruan mereka, "Ternyata kita naif, ternyata kita enggak sadar akan kesalahan, enggak sadar hukum," masa saya mau menuntut ganti rugi masalah kenaifan itu? Ya enggak lah. Cuma, seterusnya, ya minta izin lah, karena ada aturannya, ada transaksi komersial itu ada yang melindungi dengan undang-undang. Kalau mereka memahami itu, ya silakan saja. Saya pun tidak ada masalah.

Tapi, kan selama ini saya tersiksa itu karena mereka tidak punya etika, melecehkan gue, membicarakan gue seenaknya, mencari duit pakai karya gue. Itu kan kesalnya di situ.

(berlanjut ke bagian ketiga)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.