Sierra Sutedjo Melebur dengan Cincin Api

Kompas.com - 22/06/2013, 18:50 WIB
|
EditorEko Hendrawan Sofyan

Perempuan kelahiran Jakarta 26 Juni 1984 itu pun menyapa para penonton untuk menghangatkan suasana. "Hallo every body, how's doing? Apa kabar? Maaf ya atas tertundanya konser ini karena cuaca tidak bersahabat. Tapi masih bersemangat kan?" seru Sierra yang mengulang kembali nyanyian "It Could Happened To You" yang tadi sempat tertunda.

Tanpa putus Sierra menyajikan lagu-lagu "So Many Stars", hingga "Autumn Leaves" sambil sketching di bagian komposisi yang tak berlirik untuk melengkapi harmonisasi musik bosanova yang dimainkan Tiyo, Chaka, Fanny, dan Deska.

Selain menghibur penonton, Sierra juga mempersembahkan nyanyiannya kepada sang ayah yang pada 20 Juni 2013 memperingati hari jadinya. "Berikut ini sebuah lagu untuk ayah saya. Kebetulan beliau kemarin tanggal 20 Juni ulang tahun dan sekarang hadir di sini sama Mama," kata Sierra.

"Ayo nyanyi bareng, semua pasti hafal lagunya, ini dari album pertama saya," lanjutnya sebelum lagu "Have I Told You Lately" dinyanyikan bersama yang kemudian dilanjutkan ke lagu "Cheeck to Cheeck". Berikutnya Sierra punya kejutan.

"Saya akan memanggilkan seorang yang sudah cukup sepuh. Dia itu guru saya. Sambut lah Idang Rasjidi," seru Sierra memanggil pianis jazz kawakan yang beberapa minggu lalu sempat dilarikan ke rumah sakit Bogor akibat gula darah.

Dari kolaborasi keduanya lahir lah sebuah aransemen baru komposisi "Moddy's Mood for Love". Sierra dan Idang melakukan sebuah 'komunikasi' sketch lengkap dengan bahasa tubuh yang membuat penonton  tertawa. Penonton pun mencapai klimaksnya pada bagian ini. Namun, mereka tetap saja belum puas. "One more," kata Idang yang tetap tampil prima di usianya ketika menuntaskan kolaborasinya dengan Sierra di komposisi Tristeza, dan So Danco Samba.

***

Jazz Gunung adalah pagelaran musik bertaraf Internasional yang menampilkan komposisi jazz bernuansa etnik, digelar setiap tahun sebagai gerbang hati bagi kebebasan jiwa, di alam yang dengan kearifannya telah menjadi simbol budaya asli di nusantara.

Diharapkan, jazz dapat hadir sebagai kekuatan yang mampu mendorong dialog kemanusiaan yang memperkaya peradaban Indonesia sehingga perdamaian dapat berfungsi sebagai roh jazz itu sendiri.

Dari sisi landscape, Jazz Gunung menawarkan kelebihan tersendiri yaitu pemandangan alam gunung, dalam hal ini atmosfer alam atau suasana Kawasan Gunung Bromo. Jazz Gunung digelar di alam terbuka. Alam Bromo berikut kondisi sosio-kultural di sekitarnya bukan sekadar menjadi latar belakang yang bersifat pelengkap.

Kawasan Bromo-Tengger-Semeru justru menjadi panggung hidup. Ia menyatu dengan seluruh manusia yang terlibat dalam aktivitas tersebut termasuk musisi dan pengunjung. Alam Bromo dan Pegunungan Tengger dengan segenap warga dan tradisi di sekitarnya menjadi spirit utama yang menaungi pemusik dan pengunjung.

Angin, udara sejuk, hawa segar, aroma rumput, embun, awan, langit biru, satwa, dan tentu saja Gunung Bromo itu sendiri, menjadi bagian tak terpisahkan dari presentasi seniman. Mereka menjadi bagian dari musik itu sendiri. Alam menjadi orkestrasi indah. Ini merupakan totalitas jazz dan alam. Jazz Gunung adalah jazz yang meruang.

Jazz Gunung bukan jazz yang terkurung dalam sekat fisik atau berupa megahnya gedung. Bromo dengan demikian menjadi pemain jazz maha agung. Jazz Gunung digagas oleh beberapa orang yang peduli pada dunia seni, yaitu Sigit Pramono, bankir dan fotografer yang mencintai Bromo dan musik jazz, seniman serba bisa Butet Kartaredjasa, dan Djaduk Ferianto seniman musik yang kerap diundang pentas di mancanegara membawakan world music dengan ciri Indonesia yang kental. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.