Tunggu, Ada Babak Baru Drama Musikal "Badai dan Kasih"

Kompas.com - 15/09/2013, 15:53 WIB
Sejumlah pemain drama musikal Prahara Badai Kasih sedang berlatih untuk pementasan di Jakarta pada 22-24 November 2013. KOMPAS.com/IRFAN MAULLANASejumlah pemain drama musikal Prahara Badai Kasih sedang berlatih untuk pementasan di Jakarta pada 22-24 November 2013.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Cerita cinta sepasang manusia berjudul Badai dan Kasih akan memasuki babak baru. Setelah drama musikal Badai Kasih, yang dipentaskan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta 9 Februari 2013, Prahara Badai Kasih akan dipanggungkan sebagai kelanjutannya, di tempat yang sama pada 22-24 November 2013.

"Setelah pementasan Badai Kasih pada Februari (2013) lalu, kami mendapat respon yang sangat psoitif. Penonton mencari kami sebagai pemain, bukan sebagai kami yang biasa mereka kenal. Itu rasanya luar biasa sekali," kata Yanti Airlangga, pemeran Kasih sekaligus wakil dari pihak penyelenggara drama musikal itu, PUN (Perempuan Untuk Negeri), dalam wawancara di kawasan Kemang Timur V, Jakarta Selatan, Jumat (13/8/2013). "Operet yang kami buat ini ada message-nya, dengan cinta segalanya menjadi indah," terangnya.

PUN memercayakan Rama Soeprapto untuk menggarap Prahara Badai Kasih. Ia pernah menjadi asisten sutradara Robert Wilson, yang mengarahkan Bugis Epic Musical berjudul I La Galigo. Rama menggodok naskah Prahara Badai Kasih bersama penulis skenario Titien Wattimena.

"Sebelumnya ada cerita Badai Kasih. Jadi, nanti opening Prahara Badai Kasih, yang aku kerjakan itu, akan menjelaskan bahwa Kasih, Badai, dan Juli akan bertemu membuat satu keputusan yang membuat Kasih pergi tanpa meninggalkan alamat. Dari situ cerita bermula," jelas Rama.

Konflik kisah cinta dan persahabatan akan menjadi nyawa dari drama musikal itu. "Ketika Kasih kembali, nanti dia akan bertemu dengan Ara. Mereka dulu pernah ada hubungan, nah dari situ ada cinta lama. Tapi, saya tekankan ke Titien supaya persahabatannya yang lebih ditonjolkan," kata Rama.

Untuk Prahara Badai Kasih, tata panggung berteknik skenografi yang digarap oleh Iskandar Loedin selaku art director ikut menjadi bagian penting. "Biasanya, dalam suatu pementasan, tata bangunan-bangunan di panggung itu statis. Tapi, nanti, kami akan membuat bangunan-bangunan itu terlihat dari berbagai sisi. Ada sisi Kasih, yang romantic vintage, ada bagian tengah, dan ada sisi yang modern. Penonton bakal melihat banyak perbedaan dari setiap sisi," terang Iskandar.

Tak ketinggalan, permainan video mapping dari Taba Santjabachtiar, sang visual designer, dan musik orkestra dari Tohpati dan para pemusiknya juga akan memberi sentuhan yang memanjakan mata dan telinga.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nanti sungai dan bulan bisa ngomong saat (adegan) menghidupkan Ara, itu semua dengan teknik video mapping, ditambah kawalan musik dari Tohpati dengan mini orkestranya," jelas Rama.

Selain para anggota PUN menjadi pemain-pemain dalam drama musikal tersebut, sederet artis peran dan artis musik ternama akan ambil bagian pula. "Ada Marcell Siahaan, Rio Dewanto, Widyawati, mereka yang menjadi bintang tamunya," kata Rama.

Drama musikal itu juga memiliki misi sosial yang tak kalah penting. "Saya rasa bagian dari sosial itu tidak hanya dengan cara memberi atau menyumbang, tapi bisa dengan berbuat sesuatu dengan menghibur. Kami ingin menjadi sesuatu yang baru dan menjadi sumber inspirasi," kata Yanti.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X