Prisia Nasution Rebut Hati Anak Rimba

Kompas.com - 16/10/2013, 16:20 WIB
Prisia Nasution, pemeran Butet Manurung dalam film Sokola Rimba KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAPrisia Nasution, pemeran Butet Manurung dalam film Sokola Rimba
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Prisia Nasution (29), yang dalam film Sokola Rimba bermain sebagai penulis buku dan pengajar Butet Manurung (41), ditantang harus bisa melebur dengan kehidupan para warga rimba Bukit Dua Belas, Jambi.

"Jadi, harus bisa ikuti apa yang biasa mereka lakukan, seperti enggak mandi, makan apa yang biasa mereka makan," kata perempuan yang akrab disapa Pia ini dalam peluncuran buku Sokola Rimba, karya Butet Manurung, dan pemutaran trailer filmnya, di Toko Buku Gramedia Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan, Minggu lalu (13/10/2013).

Pia mengaku, sebelum bertemu dengan Butet ia sudah mendengar, meski baru sekelumit saja, mengenai pengalaman Butet mengajar anak-anak rimba tanpa sepeser pun imbalan.

"Aku sebenarnya hanya dengar sedikit, tapi setelah ketemu langsung dan tahu Kak Butet yang mau masuk ke rimba tanpa imbalan apa pun, 'Ok, that's a challange'," tutur Pia.

Untuk menaklukkan tantangan film yang digarap oleh duo produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza itu, Pia awalnya sedikit kesulitan. Bahkan, kehadirannya di rimba itu sempat ditolak.

"Sebenarnya, sebelum masuk ke persiapan film, aku sempat diajak masuk (ke rimba). Ternyata, kalau lihat sejarahnya, mereka suka dibohongin orang luar, orang berbaju. Aku masuk langsung sapa apa kabar, mereka diam saja," cerita Pia. "Kalau enggak dapat kepercayaan dari mereka juga, nanti dibilang Mbak Mira sama Mas Riri, 'Gimana sih guru sama murid jauh-jauhan'," lanjutnya berbumbu canda lalu tertawa.

Beruntung Pia merupakan wanita yang mudah berbaur dengan lingkungan. Bahkan, Butet menilai Pia memiliki merebut hati anak-anak rimba, selain kemampuan menguasai bahasa. "Pia kan duluan ke sana. Giliran aku sampai di sana, enggak tahunya dia sudah lancar bahasa sana. Malah, main bola sama anak-anak sana, aku sendiri enggak bisa main bola," puji Butet.

Hasilnya, dalam waktu dua minggu, proses shooting Sokola Rimba berlangsung Pia benar-benar dianggap sebagai guru sekolah layaknya Butet di rimba Bukit Dua Belas. "Sampai mereka itu nyangka aku guru beneran. Mereka bilang, 'Ayo Bu Guru kita belajor (belajar)'," cerita Pia lagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X