Menurut Vokalis Jiung Band, YKS Distop Saja karena Tak Berguna

Kompas.com - 24/06/2014, 20:38 WIB
Selasa (24/6/2014) siang, salah seorang pengunjuk rasa menunjukkan poster bertulisan YKS, Yayasan Kurang Sopan. Menurut pihak keluarga dan penggemar Benyamin Sueb, tayangan Yuk Keep Smile (YKS) episode 20 Juni 2014 berisi aksi penghinaan terhadap Benyamin Sueb. KOMPAS.com/IRFAN MAULLANASelasa (24/6/2014) siang, salah seorang pengunjuk rasa menunjukkan poster bertulisan YKS, Yayasan Kurang Sopan. Menurut pihak keluarga dan penggemar Benyamin Sueb, tayangan Yuk Keep Smile (YKS) episode 20 Juni 2014 berisi aksi penghinaan terhadap Benyamin Sueb.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Vokalis Jiung Band, Jiung, menyesalkan apa yang terjadi pada acara televisi Yuk Keep Smile (YKS) yang menyinggung keluarga almarhum seniman legendaris Betawi Benyamin Sueb. Menurut Jiung, para artis komedi YKS tidak menghormati sosok Benyamin.

"Mereka itu baru di dunia komedi, Benyamin kan legend, panutan semua, tokoh nasional, senior di dunia komedian, kenapa disamakan dengan anjing," ujar Jiung ketika diwawancara oleh Kompas.com melalui telepon, Selasa (24/6/2014) malam.

Lanjut pria yang selalu membawakan lagu-lagu Benyamin ini, YKS sudah seharusnya dihentikan. Ia menilai acara itu tidak berbobot.

"Acara enggak guna, banyak yang ingin acara itu distop. Komedian kan seharusnya cerdas. Distop aja, udah enggak mutu, acaranya gitu doang," tegas Jiung.

Pihak TransTV sudah menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak keluarga dan penggemar Benyamin yang berunjuk rasa di halaman gedung TransTV, Jakarta, Selasa (26/4/2014) siang.

"Setelah mereview tayangan YKS tersebut kami sangat menyesalkan adegan spontan yang dilakukan oleh Ferdian pada saat menghipnotis Caisar. Apalagi adegan tersebut dilakukan pada tayangan siaran langsung, sehingga tidak melalui proses editing. Sebagai bentuk klarifikasi atas kesalahan tersebut pada tayangan yang sama di segmen berikutnya Ferdian dan team YKS langsung memberikan pernyataan maaf atas kekhilafan yang dilakukan dan menjelaskan bahwa tidak ada maksud untuk melecehkan siapapun," terang Kepala Departemen Marketing Public Relations TransTV, A Hadiansyah Lubis, dalam e-mail siaran pers yang dikirim oleh pihak TransTV  kepada Kompas.com.

Namun, menurut Jiung, permohonan maaf itu tidak cukup.

"Enggak cukup. Mereka sering banget lakuin itu, enggak sekali. Biar kapok. Stop aja, banyak masyarakat yang komplain, gitu-gitu doang, enggak mencerdaskan bangsa," tegas Jiung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X