TransTV: "YKS" Dihentikan Sementara, 28 Juni-1 Agustus 2014

Kompas.com - 26/06/2014, 19:43 WIB
Para bintang Yuk Keep Smile (YKS), yaitu Adul, Omes, Kiwil, Caisar, dan Denny (dari kiri ke kanan), berfoto bersama sesudah jumpa pers road show Yuk Keep Smile: Hura Hurain Jakarta, Sabtu (23/11/2013) di Jakarta. TRIBUN JAKARTA/JEPRIMAPara bintang Yuk Keep Smile (YKS), yaitu Adul, Omes, Kiwil, Caisar, dan Denny (dari kiri ke kanan), berfoto bersama sesudah jumpa pers road show Yuk Keep Smile: Hura Hurain Jakarta, Sabtu (23/11/2013) di Jakarta.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS. com — Menindaklanjuti masalah yang muncul berkait dengan acara layar kaca Yuk Keep Smile (YKS) edisi 20 Juni 2014, pihak TransTV, selaku stasiun televisi yang menayangkan acara tersebut, menyatakan telah melakukan evaluasi internal dan menerima sanksi dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Sehubungan dengan itu, pihak TransTV  menghentikan sementara program yang dibintangi oleh Caisar Putra Aditya tersebut dari 28 Juni 2014 hingga 1 Agustus 2014.

"Hari ini, Kamis, 26 Juni 2014, kami memenuhi panggilan KPI untuk menerima keputusan sanksi dari KPI terhadap program YKS. Sanksi yang dijatuhkan adalah penghentian sementara program YKS mulai tanggal 28 Juni sampai 1 Agustus 2014, yang berarti selama jangka waktu tersebut TRANS TV tidak diperbolehkan menyiarkan program dengan format sejenis pada waktu siar yang sama atau pada waktu lainnya," tulis Kepala Departemen Marketing Public Relations TransTV, A Hadiansyah Lubis, dalam siaran pers yang diterima oleh Kompas.com di Jakarta, Kamis (26/6/2014).

"Kami telah melakukan evaluasi ke dalam dan dialog dengan pihak-pihak external untuk menyelesaikan permasalahan dan diharapkan bisa menghasilkan solusi yang terbaik," lanjut Hadiansyah.

Sehari sebelumnya, Rabu, 25 Juni 2014, pihak TransTV telah memenuhi panggilan pihak KPI untuk membuat klarifikasi mengenai masalah yang terjadi. Dalam YKS edisi 20 Juni 2014, hypnoterapist Ferdian Setiawan Setiadi menghipnosis Caisar agar tak lagi takut terhadap anjing dengan cara menganggap anjing lucu seperti seniman legendaris Betawi, Benyamin Sueb, yang telah tiada.

"Kami telah memenuhi panggilan Komisi Penyiaran Indonesia untuk melakukan klarifikasi atas permasalahan diatas. Dalam pertemuan tersebut hadir Direktur Utama TRANS TV, Direktur Programming, tim produksi YKS serta Ferdian. Kami menyadari bahwa tanpa disengaja dan tanpa maksud apapun telah terjadi kekhilafan dan langsung melakukan perbaikan di saat program tersebut ditayangkan dengan menyampaikan permohonan maaf serta siap menjalankan sanksi yang akan diberikan oleh KPI," terang Hadiansyah dalam siaran pers yang sama.

Pihak TransTV juga menyatakan bahwa mereka telah bersilaturahim kepada keluarga Benyamin untuk meminta maaf.

"Pada hari yang sama di kantor KPI Pusat kami juga bertemu dengan perwakilan keluarga Alm. Benyamin S. Untuk bersilaturahmi sekaligus secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga yg diwakili oleh Biem Benyamin, kepada seluruh pemirsa dan seluruh penggemar Alm. Benyamin S," terang Hadiansyah lagi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X