Vina Panduwinata: Orangtua Sakha dan Miguel yang Tentukan Pemakaman

Kompas.com - 18/07/2014, 21:25 WIB
Vina Panduwinata memeluk Jani Panduwinata, ayah dari Shaka Tamaputra Panduwinata dan Miguel Gaysi Panduwinata, di kediaman ibu Vina, Albertine Supit, di Kompleks Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (18/7/2014). KOMPAS.com/Yohanes Debritho NeonnubVina Panduwinata memeluk Jani Panduwinata, ayah dari Shaka Tamaputra Panduwinata dan Miguel Gaysi Panduwinata, di kediaman ibu Vina, Albertine Supit, di Kompleks Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (18/7/2014).
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Vokalis terkenal Vina Panduwinata (53) sudah menganggap dua keponakannya, Shaka Tamaputra Panduwinata (21) dan Miguel Gyasi Panduwinata (13), sebagai anak-anaknya sendiri. Namun, untuk pemakaman dua korban jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina timur tersebut, orangtua mereka yang akan menentukannya.

Jani Panduwinata, adik bungsu Vina, dan istrinya, Shamira, merupakan orangtua Shaka dan Miguel. 

"Itu (urusan pemakaman), saya belum tahu. Saya rasa itu hak ibu bapak mereka. Nanti seperti apa, biar mereka yang menentukan. Besok adik saya sama kakak saya mau ke sana, ke Ukraina buat identifikasi. Cuma, ibu saya minta di sini ada tahlilan selama tujuh hari," jelas Vina ketika diwawancara oleh Kompas.com di kediaman ibunya, Albertine Supit, di Kompleks Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (18/7/2014) siang.

Rasa terima kasih juga diucapkan oleh Vina atas tanggapan cepat dari Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia.

"Tadi sih dari Kementerian Luar Negeri telepon, memeriksa data manifes (daftar penumpang MH17), menanyakan apakah benar di sini keluarga Shaka dan Miguel, apakah benar itu keponakan. 'Ya memang benar, mereka keponakan saya, terima kasih'," terang ibu satu anak ini.

Lanjut Vina, kedua keponakannya itu memiliki paspor Belanda, sehingga, ketika diberitakan di televisi, keduanya tidak terdaftar sebagai warga negara Indonesia.

"Memang anak-anak ini waktu pulang paspornya Belanda, karena neneknya kan orang sana. Makanya, waktu dilihat di daftar penumpang asal Indonesia kan enggak ada," terang Vina lagi.

Diberitakan, pesawat yang ditumpangi oleh Sakha dan Miguel jatuh di daerah Torez, dekat kota Shakhtarsk, Ukraina timur, Kamis (17/7/2014) sore waktu setempat, karena ditembak dengan peluru kendali (rudal).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.