Hanung Bramantyo dan Empat Versi "Soekarno"

Kompas.com - 20/08/2014, 19:19 WIB
Sutradara film Hanung Bramantyo mengunjungi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, untuk meminta izin pengambilan gambar di beberapa lokasi di Jakarta. Pengambilan gambar itu untuk menunjang proses pembuatan film tentang proklamator RI, Ir Soekarno, di Balaikota Jakarta, Senin (29/4/2013). KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZASutradara film Hanung Bramantyo mengunjungi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, untuk meminta izin pengambilan gambar di beberapa lokasi di Jakarta. Pengambilan gambar itu untuk menunjang proses pembuatan film tentang proklamator RI, Ir Soekarno, di Balaikota Jakarta, Senin (29/4/2013).
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Sutradara Hanung Bramantyo (38) rupanya membuat film Soekarno sampai empat versi. Pertama adalah versi asli, kemudian versi panjang, lalu versi untuk festival film di Jepang, dan versi untuk ditampilkan dalam festival film di Toronto, Kanada.

Dua versi film Soekarno telah beredar di pasaran, yakni versi asli atau orisinal yang ditayangkan di bioskop-bioskop di Indonesia pada akhir 2013 dan di Singapura pada Agustus 2014.

Sementara Soekarno versi yang lebih panjang kini beredar di bioskop di Tanah Air. Adapun versi untuk Jepang dan Toronto masih dalam penggarapan.

"Saya selalu ingin menampilkan seluruh adegan yang terekam dalam film Soekarno karena saya anggap semua penting. Sayang, durasinya terbatas. Ketika ada kesempatan film itu diputar ulang, saya gunakan kesempatan itu untuk memunculkan versi (film) panjangnya," kata Hanung pada pemutaran perdana film Soekarno di Singapura, pekan lalu.

Hanung senang mengutak-atik film garapannya ini. Memfilmkan Soekarno memang cita-cita dia sedari kecil. Tak heran, ketika cita-cita itu kesampaian, dia tak mau setengah-setengah.

Untuk versi Jepang, Hanung menambah adegan perundingan Soekarno dengan Laksamana Meida. Dalam adegan itu digambarkan pihak Jepang ingin menyingkirkan Hatta yang dianggap tak loyal. Namun, Soekarno memilih tetap bersama Hatta atau perundingan batal. Sebaliknya, Hatta membantu menuliskan surat cerai untuk Inggit, istri Soekarno.

"Versi ini menggambarkan sosok Soekarno-Hatta tak terpisahkan," kata Hanung bersemangat. Untuk versi Toronto, dia mencuplik adegan yang tak masuk dalam ketiga versi lainnya. (NIT)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.