Livi Zheng, Petarung di Hollywood

Kompas.com - 09/01/2015, 15:07 WIB
Livi Zheng, sutradara, produser, dan bintang film Brush with Danger, yang lahir di Indonesia dan besar di AS, tengah menjalani shooting film tersebut. Dok brushwithdanger.comLivi Zheng, sutradara, produser, dan bintang film Brush with Danger, yang lahir di Indonesia dan besar di AS, tengah menjalani shooting film tersebut.
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS - Baru pertama kali berjumpa dan berhadapan dengan Livi Zheng, yang lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 3 April 1989, seperti berhadapan dengan kawan lama. Kelincahannya bertutur disertai pasnya gestur membuat wawancara menjadi seperti obrolan sehari-hari. Cair.

Karena itu, dua jam ngobrol di sebuah kafe di jantung Jakarta yang padat, Rabu (7/1) siang, berlalu tanpa jeda. Lantaran asyiknya, makanan dan minuman yang kami pesan baru benar-benar tersentuh di akhir pertemuan. Pertemuan harus diakhiri karena pertemuan lain Livi sudah terjadwal.

"Setelah ini, saya bertemu Harris Lesmana dari jaringan XXI terkait distribusi film di Indonesia. Sebelumnya, saya bertemu Lukman Sardi dan Wulan Guritno. Saya bertemu sebanyak mungkin orang terkait dunia perfilman di Indonesia," ujar Livi.

Livi bercerita, dirinya pulang ke Indonesia dari Amerika Serikat (AS) sekaligus hendak mewujudkan mimpi-mimpi berikutnya. Tempat-tempat indah di Tanah Air yang dia cintai selalu menggodanya sebagai sutradara film di Hollywood.

"Bromo selalu ada dalam bayangan saya," ujar gadis yang ceplas-ceplosnya khas Jawa Timur itu.

Mimpi tersebut hendak diwujudkan setelah debut filmnya sebagai sutradara berjudul Brush With Danger yang akhir 2014 lalu tayang serentak di AS mendapat sambutan luas. Premiere film ini dihadiri banyak tamu penting Hollywood, termasuk Gubernur Academy of Motion Pictures and Arts (Oscar) Don Hall.

Tidak hanya itu, film Brush With Danger yang dibintangi Livi bersama adiknya Ken Zheng, Nikita Breznikov, Norman Newkirk, Michael Blend, dan Stephanie Hilbert ini masuk daftar layak pilih untuk Academy Award Ke-87 (Oscar 2015) bersama puluhan film lain, seperti Interstellar, The Hobbit: The Battle of Five Armies, dan Transformers: Age of Extinction.

"Ada di daftar Oscar untuk film pertama yang saya sutradarai membuka banyak pintu bahkan ketika belum saya ketuk. Setiap tahun ada sekitar 50.000 judul film dan kami ada di daftar terpilih itu," ujar Livi bengong.

Setelah daftar itu tersiar di www.oscar.org, film yang dibuat di Seattle dan Los Angeles ini diminati di banyak pasar.

"Thailand sudah deal untuk 40 provinsi dan tayang pertengahan 2015. Jepang dalam proses negosiasi," ujar Livi yang bersiap ke Beijing untuk pembuatan film berikutnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X