Livi Zheng, Petarung di Hollywood

Kompas.com - 09/01/2015, 15:07 WIB
Livi Zheng, sutradara, produser, dan bintang film Brush with Danger, yang lahir di Indonesia dan besar di AS, tengah menjalani shooting film tersebut. Dok brushwithdanger.comLivi Zheng, sutradara, produser, dan bintang film Brush with Danger, yang lahir di Indonesia dan besar di AS, tengah menjalani shooting film tersebut.
EditorAti Kamil

Selain hendak memahami industri perfilman di Indonesia, di Tanah Air yang dia cintai, Livi mengambil beberapa adegan untuk film ketiganya. Pembuatan film kedua telah selesai dan masuk post production dengan genre action thriller.

Ditanya tentang film Indonesia yang dikenangnya, Livi langsung menyebut Ada Apa Dengan Cinta?.

"Saya tonton film itu di sekolah bersama teman-teman saat SMP di Pelita Harapan," ujar Livi tersenyum.

Livi juga menyebut film Laskar Pelangi.

Asia, perempuan, dan muda
Meskipun kini berkiprah di pusat industri perfilman dunia di Hollywood sebagai sutradara di usia muda, ternyata bukan perkara mudah bagi Livi pada awalnya. Mengawali karier di Hollywood sebagai stunt person bersertifikat dan produser, saat hendak menjadi sutradara, Livi dihadapkan pada tiga hal yang membuat pelaku industri di Hollywood mengerutkan dahi: Asia, perempuan, dan muda.

Kerutan dahi itu dihadapi Livi dengan keyakinan dan kegigihan seperti dia praktikkan dalam seni bela diri yang diajarkan ayahnya dan dicintainya sejak kecil. Karena kecintaannya pada bela diri ini, Livi berangkat ke Beijing pada usia 15 tahun bersama Ken yang berusia 9 tahun dan berlatih di Shi Cha Hai Sports School.

"Bintang laga Jet Li dulu juga berlatih di Shi Cha Hai Sports School," kata Livi.

Tinggal di apartemen bersama adiknya, ia sekolah SMA di Western Academy of Beijing. Hidup terpisah dari orangtua mengajarkan kemandirian dan disiplin ketat. Livi juga berusaha mengoptimalkan semua potensi, termasuk bela diri yang dia cintai bersama adiknya yang mengikuti jejaknya.

"Setiap bangun pagi, saya latihan dan lari untuk meningkatkan stamina, lalu sekolah. Pulang sekolah, latihan lagi, baru pulang belajar mengerjakan PR. Di Beijing saya senang karena melakukan hal yang sangat saya gemari, yaitu bela diri. Dukanya, ya, kadang-kadang tidak bisa ikut teman-teman jalan-jalan," ujarnya.

Selesai SMA di Beijing, Livi ke AS untuk kuliah ekonomi di University of Washington-Seattle. Selesai tiga tahun dengan predikat excellence, Livi masuk International Honors Society in Economics. Sambil kuliah, Livi juga aktif bertanding sebagai atlet wushu, karate, dan taekwondo. Sebagai atlet, ia mendapat lebih dari 26 medali dan trofi untuk pertandingan antar-klub, antarkota, antarnegara bagian, dan tingkat nasional di AS.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X