Melongok Sarang Saudara Sepupu

Kompas.com - 22/03/2015, 15:51 WIB
EditorAti Kamil

"Harus melepas orangutan ke habitat yang belum dihuni oleh kawanan orangutan supaya tidak terjadi perlawanan. Sama seperti melepas orang kota ke hutan," kata Nina.

Padahal, luasan hutan terus menyusut. Renie Djojoasmoro, Manajer Orangutan Foundation International (OFI), menyebut ancaman terbesar kelestarian orangutan berasal dari pesatnya perkembangan luasan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Di Kalimantan Tengah, Renie mencontohkan ada 15 juta hektar hutan yang 12 juta hektar di antaranya telah menjadi areal konsesi.

Akibat penyusutan hutan, habitat orangutan pun makin menyusut. Pada kurun empat tahun sejak 2010, OFI telah melepasliarkan 60 orangutan ke alam. Namun, ketika sensus populasi digelar pada 2014, jumlah orangutan yang ditemukan di alam ternyata tak berbeda jauh dengan kondisi sebelum pelepasliaran, yaitu di angka sekitar 300 orangutan.

Direktur Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Indonesia Desi Kusumadewi menegaskan pentingnya menjaga kelestarian orangutan.

"Keberadaan orangutan memang harus dijaga. Punya high conservation value. RSPO punya kebijakan, jika ada area konservasi, tidak boleh ada pembukaan lahan kelapa sawit," ungkap Desi.

Kesabaran tinggi
Penyelamatan orangutan, menurut Ulung, tidak sekadar fokus pada spesies orangutan, melainkan juga rumahnya. Semakin rusaknya habitat orangutan antara lain dirasakan tim Kompas TV ketika berjalan di Taman Nasional Sebangau. Selama satu pekan menyusuri hutan, tak satu pun orangutan yang mereka temui. Habitat di Taman Nasional Tanjung Puting bahkan sudah terbelah oleh jalan raya.

Kompas TV terpana karena menemukan diskotek di tepian taman nasional. Selama tiga bulan proses pembuatan film dokumenter, mereka berpindah ke tiga lokasi taman nasional yang berbeda, yaitu Taman Nasional Sebangau, Tanjung Puting, dan Kutai. Ingin merekam sesederhana mungkin kehidupan yang ada di hutan. Kenapa harus dilindungi?

"Dengan kesederhanaan itulah, mereka punya hak untuk hidup di hutan," tambah Ulung.

Pengambilan gambar di lapangan juga bukan perkara mudah. Butuh kesabaran untuk menemukan dan mengikuti orangutan di habitat aslinya.

"Orangutan adalah satwa langka yang dilindungi. Manusia harus melestarikan orangutan dan hutan sebagai habitatnya dan membiarkan orangutan hidup di alam, salah satu aset keanekaragaman hayati di Indonesia," tambah Renie.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X