Melongok Sarang Saudara Sepupu

Kompas.com - 22/03/2015, 15:51 WIB
EditorAti Kamil

Penulis buku foto Orangutan Rhyme&Blues Regina Safri, misalnya, butuh waktu delapan bulan bolak-balik ke rimba Kalimantan untuk merekam kehidupan orangutan. Kendalanya adalah medan yang buruk dengan tanjakan yang hampir tegak lurus dan tanah merah berlumpur.

"Paling berat adalah ketika mengikuti upaya pelepasliaran orangutan ke habitat asalnya," kata Regina.

Regina yang juga diwawancarai untuk Orangutan Journey mulai tertarik berburu foto orangutan setelah menyaksikan pembantaian orangutan yang ditayangkan di televisi. Datang ke Kalimantan dengan dana pribadi, hal pertama yang harus dilakukan ialah tes kesehatan menyeluruh. Memiliki DNA yang hampir sama, penularan penyakit dengan mudah terjadi dari manusia ke orangutan.

"Tadinya mau sekadar liputan. Ternyata fungsi orangutan sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem hutan. Ada biji-bijian tertentu yang hanya bisa pecah jika digigit orangutan," tambah Regina.

Butuh delapan tahun untuk mengembalikan fungsi tanah dari kebun kelapa sawit menjadi hutan. Dan, setiap pohon di hutan hanya tumbuh 1 sentimeter per tahun. Jika hutan menghilang, punahlah satwa langka yang disapa dengan julukan akrab "saudara sepupu" ini.

Orangutan Journey menjadi salah satu sarana penyadaran bahwa mereka ada dan butuh kita untuk kelestarian hidup. (Mawar Kusuma)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X