Olga Syahputra Sempat Diberi Obat hingga Batas Maksimal

Kompas.com - 04/04/2015, 12:00 WIB
Presenter dan komedian Olga Syahputra memenangkan penghargaan sebagai komedian terfavorit dalam acara Panasonic Gobel Awards, di Jakarta Convention Center, Sabtu (30/3/2013). TRIBUNNEWS / DANY PERMANA TRIBUNNEWS / DANY PERMANAPresenter dan komedian Olga Syahputra memenangkan penghargaan sebagai komedian terfavorit dalam acara Panasonic Gobel Awards, di Jakarta Convention Center, Sabtu (30/3/2013). TRIBUNNEWS / DANY PERMANA
|
EditorIrfan Maullana
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah fakta kembali dibeberkan pihak keluarga mendiang pembawa acara dan artis peran Olga Syahputra (32). Menurut adik kandungnya, Billy Syahputra, tim dokter Mount Elizabeth Hospital sempat memberi obat hingga mencapai batas maksimal kepada bintang film Taman Lawang tersebut sebelum mengembuskan napas terakhirnya pada 27 Maret 2015, pukul 17.17 waktu Singapura.

"Dokter bilang sama keluarga, 'Ini Olga sudah enggak bisa tertolong. Ini kami sudah kasih obat. Kalau misalnya maksimum kasih obat, pasti ada peningkatan. Tapi, Olga dikasih obat maksimum malah menurun'," ungkap Billy dengan mata berkaca-kaca kepada wartawan dalam jumpa pers di kediamannya, Jalan Kresna Raya No 4, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (3/4/2015) malam.

Dokter yang menangani Olga kala itu pun "angkat tangan". Ia memberi tahu Billy bahwa dosis obat yang dia berikan sudah mencapai batas maksimal. Billy mengatakan, menurut dokter, hanya mukjizat yang bisa menyelamatkan Olga.

"Kami baca-baca doa. Kami kasih semangat terus sama Olga. 'Yoga ayo semangat, Yoga masih banyak yang nungguin di Indonesia'," kisah Billy menuturkan perjuangan terakhir sang kakak yang bernama lahir Yoga Syahputra itu.

Di titik inilah keluarga Olga mulai ikhlas. "Keluarga pasrah, akhirnya kita baca-baca doa. Mama Bang Billy bilang, 'Yoga, kalau Yoga udah enggak kuat, udah ikhlas, ya udah mama ikhlas'. Terus Emak (Mak Vera manajer Olga) juga bilang, 'Kalau Yoga mau pergi, pergi'. Dibacain ayat Al Quran. Dibacain sama Emak dan Bang Billy, akhirnya Yoga pergi," tutur Billy.

Beberapa jam sebelumnya, sang manajer, Mak Vera, sudah mendapatkan telepon dari pihak Mount Elizabeth Hospital yang mengatakan bahwa kondisi Olga makin kritis pada pukul 06.40 WIB. Karena ayah dan ibu Olga sudah di Singapura, Mak Vera pun mengajak Billy beserta kedua adiknya, Sigit dan Taufik, untuk segera terbang ke Singapura. Pukul 15.30 waktu setempat, mereka berempat sampai di bandar udara Singapura dan langsung menuju rumah sakit tempat Olga dirawat.

"Pas pada saat ibu bapak mau pulang, 'Sebentar ya Bang Billy mau shalat ashar di apartemen, Olga kritis. Kita bacain Al Quran'. Setelah dibacain Al Quran, terus azan, setelah azan ashar, pada kumpul bapak semua, kami bilang ikhlaskan. Kalau memang Olga udah rasa sakit, kita keluarga rela ikhlas Olga jalan. Dari situ, dia (Olga) tarik napas sekali. Ya sudah. Pesan terakhir sih enggak ada," kata Mak Vera.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X