Selamat Tinggal 2020, Tahun "Ojo Dumeh"

Kompas.com - 31/12/2020, 10:45 WIB
Petugas pemakaman memasukan jenazah ke dalam lubang di lokasi pemakaman COVID-19 TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat (2/10/2020).  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas lahan untuk pemakaman jenazah bagi yang meninggal dunia karena terkait COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, di mana perluasan dilakukan selama dua bulan dan dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pertama, Dinas Bina Marga DKI membuka lahan sekitar 7.141 meter persegi. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPetugas pemakaman memasukan jenazah ke dalam lubang di lokasi pemakaman COVID-19 TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat (2/10/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas lahan untuk pemakaman jenazah bagi yang meninggal dunia karena terkait COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, di mana perluasan dilakukan selama dua bulan dan dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pertama, Dinas Bina Marga DKI membuka lahan sekitar 7.141 meter persegi. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

MAYORITAS lembaga pemberitaan dunia sepakat dalam menyatakan tahun 2020 sebagai Tahun Covid-19.

Pada kenyataannya, secara statistikal memang dapat dikatakan bahwa pemberitaan terbanyak pada tahun 2020 memang tentang pagebluk corona.

Di Indonesia ada berita tentang terbunuhnya 6 orang di Kilometer 50 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, kemenangan anak dan menantu presiden di Solo dan Medan, korupsi bansos oleh Mensos yang menjabat saat itu, korupsi benur oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, pembubaran FPI, Sandiaga Uno menjadi Menparekraf, dan aneka berita sebesar apa pun tenggelam oleh banjir berita terkait angkara murka wabah corona ini.

Baca juga: UPDATE: Sebaran 8.002 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI yang Capai 2.053

Tanpa mengecilkan penghormatan terhadap tahun 2020 sebagai Tahun Corona, dengan ketulusan rasa hormat dari lubuk sanubari terdalam, saya menyampaikan belasungkawa.

Belasungkawa kepada para dokter, perawat, pekerja rumah sakit , petugas kesehatan dan kemanusiaan yang telah secara harfiah nyata mengorbankan jiwa-raga-lahir-batin dalam perjuangan di gugus terdepan medan perang melawan angkara murka virus corona.

Sementara sebagai pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan yang sedang berupaya mempelajari makna kemanusiaan, saya melihat perubahan peradaban umat manusia pada tahun 2020 akibat virus corona.

Kerumunan

Perubahan nyata tampak pada sikap dan perilaku manusia yang semula bersifat sosial, akibat kecemasan tertular virus corona lambat namun pasti berubah menjadi asosial seperti social distancing yang secara jelas eksplisit menghindari kerumunan.

Alhasil, lokasi-lokasi cenderung menghadirkan kerumunan manusia seperti rumah makan, hotel, bus, kereta api, kereta bawah tanah, pesawat terbang sengaja dihindari oleh mereka yang percaya bahwa kerumunan rawan menularkan virus corona dari manusia ke manusia.

Polri tegas melarang kerumunan merayakan akhir tahun 2020. Industri pariwisata yang semula merupakan primadonna industri planet bumi sebelum 2020 mendadak pada tahun 2020 merupakan industri dunia yang paling terpukul sehingga merosot sampai 80 persen.

Negara-negara yang menggantungkan diri pada industri pariwisata seperti Italia, Yunani, Spanyol terbukti lebih terdampak oleh kemaharajalelaan Covid-19 ketimbang negara-negara yang mengonsum produk industri pariwisata seperti Jerman, Jepang dan Amerika Serikat.

Baca juga: Tak Ada Perayaan Tahun Baru 2021, Ini 5 Informasi Penutupan Jalan dan Fasilitas Publik di Jakarta

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X