Efek Rumah Kaca Ciptakan Pasar

Kompas.com - 21/07/2015, 15:00 WIB
Efek Rumah Kaca KOMPAS/LUCKY PRANSISKAEfek Rumah Kaca
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Setelah vakum sekitar satu setengah tahun, band Efek Rumah Kaca kembali meluncurkan lagu baru, Jumat (10/7). Lagu berjudul "Pasar Bisa Diciptakan" itu menandai sepuluh tahun trio Cholil Mahmud (gitar, vokal) Adrian Yunan Faisal (bas, vokal latar), dan Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar) berkarya lewat musik.

Dalam keterangan pers, trio yang punya dua album, Efek Rumah Kaca (2007) dan Kamar Gelap (2008), itu menyebutkan, lagu "Pasar Bisa Diciptakan" merupakan perpanjangan lagu "Cinta Melulu" dari album pertama, yang mengisahkan kaitan karya seni dengan industri.

Bedanya, lagu "Cinta Melulu" terasa lebih menyindir industri musik yang cenderung mengutamakan tembang cinta tanpa mempertimbangkan kualitas. Adapun lewat "Pasar Bisa Diciptakan", yang bakal masuk di album ketiga nanti, Efek Rumah Kaca terdengar lebih yakin bahwa idealisme bisa tetap mendapat pendengarnya.

Irama lagu yang disiapkan sejak tahun 2008 ini masih berciri khas Efek Rumah Kaca. Suara gitar yang bertumpuk memberi kesan keriuhan lagu, sementara suara keyboard mewarnai melodinya. Pola ketukan drum berkelindan dengan bunyi bas yang tebal menjaga ritme.

Album ketiga Efek Rumah Kaca direncanakan beredar pada 2015 ini. Cholil menyebut, album yang akan diberi judul Sinestesia itu akan berisi enam lagu, tetapi durasinya setara dengan 13 lagu.

"Judul lagunya pakai nama warna, yaitu biru, jingga, putih, hijau, kuning, dan merah," kata Cholil.

Lagu "Pasar Bisa Diciptakan" adalah bagian dari lagu "Biru" yang terdiri atas dua babak. Lagu anyar itu pertama kali mereka panggungkan pada 11 Juli 2015 di Jakarta. Sehari sebelumnya, lagu itu mulai diputar di 114 radio di seluruh Indonesia. (HEI)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X