Andrew Garfield: Menjadi Spider-Man Itu seperti Berada dalam Penjara

Kompas.com - 03/09/2015, 19:19 WIB
Andrew Garfield berperan sebagai Spider-Man dalam The Amazing Spider-Man (2012). Sony PicturesAndrew Garfield berperan sebagai Spider-Man dalam The Amazing Spider-Man (2012).
|
EditorIrfan Maullana

KOMPAS.com -- Artis peran Andrew Garfield menceritakan bagaimana beratnya memerankan Spider-Man dalam The Amazing Spider-Man yang kini akan dibuat ulang setelah sekuel keduanya gagal memenuhi target box office

"Film seperti The Amazing Spider-Man memiliki banyak sekali harapan dan ekspektasi," katanya kepada The Playlist.

Garfield merasa kepercayaan yang diberikan Sony Pictures kepadanya terlalu singkat. "Saya ketika itu sudah sangat siap dengan tantangan tersebut dan hingga kini masih siap. Saya tidak akan menghindar dari hal yang akan banyak disaksikan oleh banyak orang,” kata Garfield. 

“Beban di mana kamu harus melakukannya dengan benar, harus menyenangkan banyak orang… Itu tidak akan terjadi… Akhirnya, kamu tidak akan menyenangkan siapa pun, atau semua orang hanya akan sedikit menganggap, 'Eh, film ini cukup bagus'. Film ini diproduksi untuk khalayak ramai, seperti kami ingin semua orang, baik tua maupun muda, perempuan maupun laki-laki, dan di mana pun mereka akan menyukainya. Itu sulit," lanjutnya berkeluh kesah. 

Garfield tak menampik bahwa dirinya juga kecewa dengan pencapaian sekuel kedua Spider-Man yang dibintanginya. “Ini mengecewakan. Apalagi kami semua berusaha untuk memasukan jiwa dan raga kami, membuat film ini menarik dan unik, menjadi sesuatu yang layak untuk disaksikan. Film ini mengenai keaslian, rasa, dan kejujuran, namun di waktu yang sama, saya mengerti semua ingin menghasilkan uang yang banyak dan mereka akan menghabiskan uang yang banyak, sehingga batasannya juga sebesar itu. Saya tidak bisa hidup seperti itu, sejujurnya rasanya seperti di penjara hidup dengan harapan dan ekspektasi seperti itu,” kata lelaki berdarah Inggris-Amerika tersebut.

Untuk diketahui, artis peran Tom Holland sudah terpilih untuk menggantikan Andrew Garfield sebagai Spider-Man yang baru. Dalam wawancara sebelumnya, Garfield mendoakan yang terbaik untuk aktor muda dari Inggris tersebut.



Sumber Aceshowbiz
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X