Bimbim: Daripada DPR Revisi UU KPK, Mendingan Bikin UU Tembak Mati Koruptor

Kompas.com - 22/02/2016, 12:44 WIB
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Penabuh drum band Slank, Bimo Setiawan Almachzumi atau Bimbim (49) meminta Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membuat undang-undang tentang hukuman mati terhadap koruptor.

"Daripada DPR sibuk-sibuk urus revisi Undang-undang KPK, mendingan DPR bikin undang-undang koruptor di tembak mati," ucap Bimbim di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016).

Bimbim pun langsung menabuh drumnya dengan lagu "Punya Hati".

Membuka penampilan dengan lagu "Seperti Para Koruptor" dan "Halal" sekitar pukul 11.30 WIB, Slank menyuarakan penentangan terhadap revisi UU KPK yang digulirkan oleh Komisi III DPR RI.

Slank yang digawangi oleh Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ivanka (bas), dan Ridho (gitar) datang ke KPK sejak pukul 10.30 WIB. Mereka didampingi manajernya, Bunda Iffet yang langsung diterima oleh Ketua KPK Agus Rahardjo.

Sebelum memulai penampilan, Kaka mengatakan bahwa kedatangannya untuk memberikan dukungan kepada KPK terhadap pelemahan yang digulirkan oleh DPR melalui UU KPK.

"Slank di sini ingin menegaskan lagi bahwa Slank tetap men-support dan membela yang dikerjakan KPK. Kami hari ini silaturahim sembari menjelaskan bahwa Slank antikorupsi," kata Kaka.

Revisi UU KPK menuai perdebatan karena ditengarai ingin melemahkan kewenangan KPK dalam memberantas korupsi. Penolakan itu datang dari berbagai kalangan.

Ada empat poin yang menjadi fokus revisi UU tersebut, yaitu keberadaan dewan pengawas, penyidik independen, kewenangan menerbitkan SP3, dan diaturnya kewenangan menyadap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.