Dongeng Musikal dari Album Baru Dream Theater

Kompas.com - 29/02/2016, 23:34 WIB
Grup musik metal progresif asal Amerika, Dream Theater, saat tampil di Lapangan D Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Oktober 2014. Dream Theater meluncurkan album ke-13 mereka, The Astonishing, pada Januari 2016 lalu. KOMPAS/YUNIADHI AGUNGGrup musik metal progresif asal Amerika, Dream Theater, saat tampil di Lapangan D Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Oktober 2014. Dream Theater meluncurkan album ke-13 mereka, The Astonishing, pada Januari 2016 lalu.
EditorAmir Sodikin

KOMPAS.com - Alkisah, pada tahun 2285, di atas langit istana Kerajaan GNEA alias The Great Northern Empire of the Americas terlihat puluhan benda terbang bernama Nomacs (Noise Machines).

Mereka membentuk formasi yang siap menyerang kerajaan. Peristiwa selanjutnya adalah para Nomacs memancarkan bunyi-bunyian ke seluruh penjuru kerajaan dan menjadi diktator dengan mengontrol irama yang boleh didengar oleh warga kerajaan.

Cerita tentu tidak berakhir di situ. Di sebuah dusun terpencil Ravenskill, ada seorang pemuda bernama Gabriel yang lahir dengan kemampuan bernyanyi dan bermain musik yang mumpuni.

Sosok Gabriel ini kemudian menjadi tokoh sentral dalam pergerakan pembebasan kerajaan dari kuasa mesin-mesin penghasil suara digital Nomacs. Gabriel mempunyai misi untuk mengembalikan kerajaan seperti sediakala, dengan suara-suara alam yang menjadi bagian dari kisah hidup mereka.

Kisah perjuangan Gabriel di atas bukanlah ringkasan cerita dari sebuah film ataupun naskah teater. Ini adalah dongeng yang dilantunkan oleh Dream Theater, band beraliran metal progresif asal Amerika dalam album terbaru mereka, The Astonishing.

Album yang dirilis pada 29 Januari 2016 ini adalah album ketiga belas dari Dream Theater.

Melalui The Astonishing, personel Dream Theater, yaitu John Petrucci (gitar), James LaBrie (vokal), Jordan Rudess (kibor), John Myung (bas), dan Mike Mangini (drum), kembali menyajikan kepiawaian mereka secara kolektif, yaitu membuat harmonisasi antar-instrumen dan merangkai sebuah komposisi musik yang khas mereka, yaitu indah, megah, dan (mungkin) sempurna.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Album berkonsep

Album The Astonishing berisi 34 lagu dengan durasi putar selama 2 jam 10 menit. Album berkonsep ini bukanlah yang pertama bagi mereka. Sebelumnya, mereka pernah melakukannya di album Metropolis Part 2: Scenes from a Memory (1999).

Untuk memahami The Astonishing, para penikmat musik Dream Theater perlu mendengarkan album secara utuh.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.