Menulis Seri Terakhir "Supernova", Dewi "Dee" Lestari Rasakan Kehilangan Mendalam

Kompas.com - 18/05/2016, 21:52 WIB
Dewi 'Dee' Lestari diabadikan ketika meluncurkan seri terakhir novel Supernova: Inteligensi Embun Pagi, di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (28/2/2016) KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANDewi 'Dee' Lestari diabadikan ketika meluncurkan seri terakhir novel Supernova: Inteligensi Embun Pagi, di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (28/2/2016)
EditorAti Kamil

MAKASSAR, KOMPAS.com -- Penulis novel Supernova Dewi Lestari Simangunsong berbagi pengalaman dengan ratusan mahasiswa serta penulis muda dalam acara Makassar Internasional Writers Festival (MIFW) 2016 atau edisi keenam.

"Cerita tentang awal menulis Supernova adalah memberikan hadiah ulang tahun ke-25 bagi saya," kata perempuan yang akrab disapa Dee ini, di Fort Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/5/2016).

Menurut dia, menjadi penulis sudah menjadi impiannya sejak kecil. Dia ingin melihat bukunya terpampang di rak-rak toko buku.

Dia menghabiskan waktu selama 10 tahun perjalanan menulis hexalogy Supernova.

"Ini impian termanis bagi saya saat pertama kali buku itu berada di toko. Saya berkata ke suami saya, jika saya bisa mencapai titik tersebut, saya sudah siap mati kapan saja," tuturnya sambil bercanda.

Selain itu Dee menyatakan bahwa menyelesaikan seri terakhir Supernova bagai mencapai puncak gunung.

Namun, penulisan seri terakhirnya, Inteligensi Embun Pagi, justru membuatnya merasakan kehilangan yang mendalam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di hadapan ratusan pembaca Supernova dan penulis muda yang memenuhi ruang Chapel Benteng Rotterdam, Dee juga berbagi tentang pengalaman menariknya dengan pembaca.

"Ada yang datang ke saya sambil bilang, 'Mbak Dee, saya membaca Supernova sejak kelas dua SMA, sekarang punya anak dua.' Ada juga yang dilamar dengan novel Supernova," ucapnya didampingi Direktur MIWF, Lily Yulianti Farid, sebagai moderator.

Dee juga berbincang dengan seorang penggemarnya yang hadir dan mengisahkan bahwa istrinya pun seorang penggemar berat Dee.

Cerita sang penggemar, ketika seri terakhir Supernova dirilis, istrinya lebih memilih menghabiskan waktu membaca novel tersebut hingga menelantarkan suami dan anaknya, padahal sudah waktunya makan malam.

Obrolan itu membuat seisi ruang tertawa.

"Apabila seorang pembaca mendatangi saya dengan berkata bahwa buku saya mengubah hidup mereka, buat saya itu adalah penghargaan yang tidak bisa dibeli dengan apa pun," tuturnya.

Sebelumnya, Dee memberi kesempatan kepada 15 pembaca Supernova yang terpilih untuk berfoto bersamanya dan mendapat tips menulis cerita dengan baik. (Darwin Fatir/Aditia Maruli)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X