Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Kompas.com - 11/07/2020, 08:00 WIB
Melting Memories, Mooi Indie #02, 215x315 cm, Acrylic on Canvas, 2012 Dok Jumaldi AlfiMelting Memories, Mooi Indie #02, 215x315 cm, Acrylic on Canvas, 2012

PROGRAM #BasriMenyapa awal Juli 2020 ini kembali digelar, dialog online lewat zoom meeting seri ke-4. Kita sekarang menjumpai seniman Jumaldi Alfi.

Alfi menyelesaikan studinya di Institut Seni Indonesia pada 1999, Yogyakarta, dan sempat meraih penghargaan sebagai finalis di Indonesian Art Award. Kelak ia menjelajahi berbagai benua, berpameran atau kerja-kerja personalnya yang diundang oleh lembaga-lembaga seni internasional di Eropa, Australia, Amerika, pun tak luput di Asia.

Ia hilir-mudik menempatkan diri secara elegan, membuka perspektif industri seni, semisal berpameran di Art Fair bekerjasama dengan galeri privat.

Saat lain, ia meraih kesempatan menimba ilmu seni, menggali wacana termutakhir dengan bersua kurator, penulis, kritikus atau periset seni dengan program-program residensi mancanegara.

Baca juga: Basri Menyapa: Pandemi, Visi Berbagi, dan Elaborasi Farhan Siki

Publik seni kita mengenal karya perupa Alfi acapkali menggunakan strategi visualisasi puitik. Alfi salah seorang pendiri, anggota dan “juru bicara” kelompok seni rupa JENDELA yang fenomenal itu, yang memang piawai mengeksplorasi akar kultural Minang dan tentunya bermantra pengucapan kontemporer.

Perupa ini mengaku memilih “bertafakur” tiga tahun ini. Bersibuk merenungi eksistensi berkeseniannya, mendedah ulang karya-karyanya; dengan bertukar-pikir dengan sesiapa saja, utamanya: dirinya sendiri.

Tajuk Isolasi dan kontemplasi adalah aktivitas menguak pengalaman batiniah, melacak jaraknya, menakar arah, mengupas ikatan antara diri dan lukisannya.

Riuh pandemi menguarkan aura gelap,
zahirnya tak hilangkan nyali.
Sekali termenung diam menyecap,
berfikir hikmah mencari titik nadi.

Tak ada pelukis rebah berhari-hari,
ia bersibuk mengolah palung nalar dan tebing rasa tak henti.
Sebab sesiapa memahami si jati diri,
kelak menuai makna yang hakiki.

Alfi sejak awal karirnya memang menyukai mengeruk relung terdalam ingatan tentang yang sadar dan yang tidak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X