Reza Rahadian Bantu Bikin Sumur

Kompas.com - 07/06/2016, 16:21 WIB
Reza Rahadian menghadiri acara syukuran untuk pertunjukan teater Bunga Penutup Abad, yang diadaptasi dari karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, di Dia.Lo.Gue, Kemang Selatan, Senin (30/5/2016). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANReza Rahadian menghadiri acara syukuran untuk pertunjukan teater Bunga Penutup Abad, yang diadaptasi dari karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, di Dia.Lo.Gue, Kemang Selatan, Senin (30/5/2016).
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kamis hingga Sabtu (4/6/2016) lalu menjadi kedua kalinya bagi pemain film Reza Rahadian dan Eva Celia menyambangi Waingapu di Kabupaten Sumba Timur.

Dua tahun lalu, mereka tinggal di daerah itu selama hampir tiga bulan untuk menyelesaikan shooting film Pendekar Tongkat Emas.

Kemarin, mereka kembali shooting di kabupaten yang terkenal paling kering di seluruh Nusa Tenggara Timur itu.

Namun, kali ini, mereka ke sana lagi bukan dalam rangka shooting untuk pengambilan film layar lebar, bukan pula untuk shooting acara sinetron.

Mereka datang sebagai Duta Pengadaan Air Bersih dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Program Pembangunan demi membuat film kampanye pemenuhan kebutuhan air bagi warga Sumba Timur.

Menjadi pemandangan umum, di desa-desa setempat, tiap pagi-sore, anak-anak hingga orang dewasa berjalan berkilo-kilometer naik-turun perbukitan demi mendapatkan 2-5 jeriken air.

Air itu digunakan untuk memasak dan minum serta memberi minum ternak. Untuk mandi dan mencuci, itu urusan selanjutnya yang dilakukan jika sempat.

Sejak tiga bulan lalu, Reza bersama Eva Celia menyerukan pengumpulan dana bersama (crowdfund) dari berbagai pihak.

Dana itu untuk membantu warga membuat sumur dan memasang pompa bertenaga surya untuk menarik air dari mata air, sungai, atau air bawah tanah.

Dalam dua bulan, kampanye ini menghasilkan lebih dari Rp 340 juta. Jumat pekan lalu, digelar peletakan batu pertama untuk proyek ini di Napu, Kecamatan Haharu.

Bantuan dari berbagai pihak ini diharapkan bisa merangsang pemda setempat untuk mereplikasi kegiatan serupa di desa-desa lain. Ini juga berpotensi membawa efek domino bagi ekonomi warga.

"Ibu-ibu bisa mengerjakan hal lain dan anak-anak bisa tenang belajar tanpa perlu mengambil air terlalu jauh," kata Reza. (ICH)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Juni 2016, di halaman 32 dengan judul "Bantu Bikin Sumur". 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X