Pihak DS Terima Saipul Jamil Dituntut Tujuh Tahun Penjara

Kompas.com - 07/06/2016, 20:06 WIB
Selasa (7/6/2016), Saipul Jamil, yang tersangkut kasus dugaan percabulan anak di bawah umur, Selasa siang mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Utara. KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBASelasa (7/6/2016), Saipul Jamil, yang tersangkut kasus dugaan percabulan anak di bawah umur, Selasa siang mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penyanyi dangdut Saipul Jamil (35) dituntut tujuh tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umun (JPU) atas kasus dugaan pencabulan anak.

Kuasa hukum DS menyatakan bisa menerima hal itu.

"Ketika jaksa menuntut tujuh tahun, ya kami masih bisa menerima," tutur kuasa hukum DS, Osner Johnson Sianipar, usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (7/6/2016).

Menurut Osner, tuntutan tersebut masih masuk batas minimum dan maksimal ancaman hukuman untuk Saipul, yakni antara lima sampai 15 tahun.

"Saya tetap menyerahkan yang terbaik. Walaupun publik mengatakan kurang puas, kami pengacara, karena dalam koridor batas hukuman lima sampai 15 tahun, kami masih bisa menerima," ucapnya.

Selanjutnya, ia akan melaporkan tuntutan jaksa tersebut kepada kliennya, DS (17).

"Semua informasi yang kami dapatkan dalam persidangan, kami sampaikan ke DS," tutur Osner lagi.

Diberitakan sebelumnya, Saipul dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp100 juta oleh JPU atas kasus dugaan pencabulan anak.

Ancaman hukuman tersebut berdasarkan salah satu alternatif dakwaan, yakni pasal 82 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara.

Saipul ditangkap pada 18 Februari 2016 di rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, atas laporan dugaan tindak pencabulan terhadap DS.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X