Saipul Jamil Merasa Sedih Tak Bisa Berlebaran di Rumah

Kompas.com - 14/06/2016, 18:50 WIB
Saipul Jamil hendak menghadapi sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Selasa (14/06/2016). Saipul dinyatakan terbukti bersalah atas kasus pencabulan anak dengan jenis kelamin yang sama dan divonis hukuman pidana penjara tiga tahun. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISaipul Jamil hendak menghadapi sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Selasa (14/06/2016). Saipul dinyatakan terbukti bersalah atas kasus pencabulan anak dengan jenis kelamin yang sama dan divonis hukuman pidana penjara tiga tahun.
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penyanyi dangdut Saipul Jamil (35) mengaku bahwa sebenarnya ia merasa sedih divonis bersalah, melakukan pencabulan terhadap orang lain sesama jenis yang belum dewasa, dengan hukuman tiga tahun penjara.

Artinya, harapannya pupus sudah untuk bisa segera keluar dari tahanan dan pulang ke rumah.

"Sedih ya pasti sedih. Penginnya sih langsung pulang hari ini, tapi enggak bisa," ucapnya dari dalam sel tahanan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada Selasa (14/6/2016).

Apalagi, lanjut Saipul, ia tak bisa merayakan Idul Fitri 1437 Hijriah di rumah bersama keluarganya.

"Sedih divonis segitu. Penginnya Lebaran di rumah. Tapi, Allah berkata tidak," ucapnya lagi.

Namun, kesedihan itu tak begitu tampak pada wajahnya. Ia justru tersenyum ketika berbincang dengan para wartawan. Menurut ia, itu merupakan bukti bahwa ia menerima putusan majelis hakim.

"Toh, temen-temen di dalam sana masih banyak yang lebih lama dari saya. Makanya, saya tetap harus bersyukur. Tapi, lebih bersyukur lagi sih ya pulang," tutur pria yang biasa dipanggil Bang Ipul ini.

"Sebenarnya sedih, cuma kan sudah jadi keputusan hakim, insya Allah ini yang terbaik. Saya tuh orangnya selalu nrimo. Justru dengan menerima, Allah yang akan membalasnya," tambahnya.

Vonis terhadap Saipul lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum berupa hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 100 juta.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X