Elma Theana Akui Kabur dari Padepokan Gatot Brajamusti

Kompas.com - 02/09/2016, 09:38 WIB
Elma Theana menceritakan pengalamannya berada di padepokan Gatot Brajamusti kepada Teddy Syach dalam video berjudul Eksklusif! Pengakuan Jujur Elma Theana. Video itu diunggah di YouTube pada Kamis (1/9/2016). Elma Theana/YouTubeElma Theana menceritakan pengalamannya berada di padepokan Gatot Brajamusti kepada Teddy Syach dalam video berjudul Eksklusif! Pengakuan Jujur Elma Theana. Video itu diunggah di YouTube pada Kamis (1/9/2016).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis peran Elma Theana menegaskan bahwa ia sudah keluar dari padepokan Gatot Brajamusti sejak lima tahun lalu.

Dalam sebuah video bertajuk "Eksklusif! Pengakuan Jujur Elma Theana", Elma mengaku pergi begitu saja tanpa memberi tahu Aa Gatot, sapaan akrab Gatot Brajamusti.

Mengapa?

"Setelah sembilan tahun di sana, akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari tempat Aa (Gatot). Itu sudah lima tahun lalu. Saya sekarang udah hijrah dari sana," kata Elma kepada Teddy Syach dalam video itu.

"Saya meninggalkan juga enggak izin, main pergi begitu saja. Ya, sudah aku pergi saja. Pergi juga aku enggak pamit sama Aa, sama Teh Dewi. Pokoknya aku pergi, tiba-tiba menghilang," katanya.

Elma mengungkapkan, ia meninggalkan padepokan Gatot karena merasa sudah tidak sejalan dengan gurunya itu.

Setelah berpikir dan belajar lagi, ia lalu menyadari bahwa tempatnya bukan di padepokan Gatot. Pasalnya, selama sembilan tahun berguru, Elma merasa ia menjadi pribadi yang berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Lebih kepada tidak sesuai lagi dengan akidahnya, dengan pribadi. Aduh saya mau normal-normal saja deh. Menjadi manusia, enggak mau berhubungan dengan yang gaib-gaib deh," katanya.

"Dari sisi keluarga melihatnya aku aneh. Jadi menjauhkan diri, jadi tidak mau berinteraksi, jadi menjauhkan keluarga. Tidak peduli, asyik dengan belajar sendiri. Keluarga dieempaskan," kata Elma.

Di samping itu, Elma juga merasakan hal-hal yang membuatnya tidak kuat untuk bertahan di tempat itu.

Setelah itu, ia pun berpikir bahwa mencari guru itu bukan berdasarkan kehebatannya dalam berbuat sesuatu, melainkan dari perilaku dan kepribadian orang tersebut.

"Belajar dari kesalahan. Apakah dari seorang guru itu bisa membawa dampak yang baik dalam agama kita, dalam perilaku, perbuatan, apakah sesuai dengan yang diajarkan," kata Elma.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.