Nirina Zubir Hibur Anak Yatim dengan Nobar "Aku Ingin Ibu Pulang"

Kompas.com - 06/09/2016, 20:04 WIB
Artis peran yang juga pembawa acara Nirina Zubir diabadikan bersama anak yatim saat nonton bareng film 'Aku Ingin Ibu Pulang' di XXI Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGArtis peran yang juga pembawa acara Nirina Zubir diabadikan bersama anak yatim saat nonton bareng film 'Aku Ingin Ibu Pulang' di XXI Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran yang juga pembawa acara Nirina Zubir tak kuasa menahan rasa bahagia ketika berhasil menghibur puluhan anak-anak yatim yayasan Fisabilillah.

Na, begitu ia biasa disapa, menyempatkan diri untuk menonton bareng (nobar) film terbarunya, Aku Ingin Ibu Pulang, bersama puluhan anak yatim tersebut di XXI Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).

Ibu dua anak itu hadir bersama para pemain film lainnya, Verdi Solaiman dan Jefan Nathanio.

"Seru banget ya. Tadi kita lihat reaksi adik-adik bagus banget. Ada komedi dan sedihnya, di saat momen nangis mereka ikut nangis, ketika tertawa mereka pun ikut tertawa," kata pemeran Satri dalam film itu.

Perempuan kelahiran Tananarive, Madagaskar, 12 Maret 1980, berharap film bergenre drama keluarga itu dapat menjadi tontonan inspiratif untuk anak-anak. Apalagi, menurut Nirina, film tersebut memuat pesan moral yang cukup dalam bagi anak-anak.

"Film ini inspiratif, banyak pesan yang bisa dipelajari, kita mensyukuri apa yang kita miliki sekarang. Ini film Indonesia banget, realita banget," kata istri gitaris Ernest Fardiyan Sjarif tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Verdi berujar, film karya sutradara Monty Tiwa itu mengisahkan perjuangan seorang anak (Jempol Budiman) yang patut menjadi teladan bagi anak-anak.

"Film ini memang perjuangan seorang anak, film ini mengajarkan bagaimana sebuah keluarga menghadapi permasalahan," tutur Verdi.

"Salah satunya tokoh Jempol Budiman yang berusaha untuk berjuang ditengah kehidupan yang mereka alami, tetapi tetap survive, malahan juara satu disekolahanya," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.