Emma Watson Diskusi Hak Perempuan

Kompas.com - 04/10/2016, 17:30 WIB
Emma Watson menjadi pembicara pada acara penyalaan lampu pink Empire State Building di New York, AS, dalam rangka peringatan International Women's Day, Selasa (8/3/2016). ASTRID STAWIARZ/GETTY IMAGES/AFPEmma Watson menjadi pembicara pada acara penyalaan lampu pink Empire State Building di New York, AS, dalam rangka peringatan International Women's Day, Selasa (8/3/2016).
EditorAti Kamil

OTTAWA, KOMPAS.com -- Aktris cantik asal Inggris, Emma Watson (26), gencar mengampanyekan kesetaraan jender setelah meluncurkan program HeForShe dua tahun lalu.

Untuk itulah, dia selalu menyempatkan diri untuk berbicara di depan publik atau bertemu dengan pejabat-pejabat penting.

Salah satunya bertemu dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di Ottawa, Kanada, Rabu (28/9/2016) lalu.

Trudeau menjadi perwakilan laki-laki sebagai duta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk advokasi hak-hak Perempuan.

Emma merupakan duta Komisi Tinggi PBB untuk Masalah Perempuan sejak 2014.

Pada tahun yang sama, PBB meluncurkan program kampanye HeForShe.

Keduanya pun berdiskusi mengenai kampanye isu-isu perempuan di seluruh dunia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menarik sekali bisa mengunjungi pemerintahan ini. Kabinet dengan jumlah 50-50 untuk laki-laki dan perempuan menjadi inspirasi yang baik. Kami berdiskusi mengenai kampanye HeForShe, tak sabar melakukan banyak hal dengan kampanye itu," kata pemeran Hermione Granger dalam film Harry Potter itu.

Sejak menjadi duta PBB, Emma sering menjadi pembicara di forum-forum internasional dan berkunjung ke banyak tempat.

Pada 20 September lalu, Emma menjadi salah satu pembicara dalam acara Majelis Umum PBB Tahunan Ke-71 di New York mengenai kekerasan seksual di kampus.

"Menjadi duta Komisi Tinggi PBB membuat saya banyak bergaul. Tidak semua orang punya kesempatan bagus ini. Hak-hak perempuan tentu sangat berkaitan dengan siapa diri saya," ujarnya. (FEMALE FIRST/SIE)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Oktober 2016, di halaman 32 dengan judul "Diskusi Hak Perempuan".



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X