Anji Merasa Dibungkam jika Berbicara soal Politik

Kompas.com - 02/02/2017, 17:55 WIB
Anji menghadiri acara peluncuran single Generasi Suara di H Gourmet & Vibes, Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/2/2017). Lagu itu dibuat untuk menyuarakan dukungan terhadap musik Tanah Air. KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANAnji menghadiri acara peluncuran single Generasi Suara di H Gourmet & Vibes, Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/2/2017). Lagu itu dibuat untuk menyuarakan dukungan terhadap musik Tanah Air.
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Vokalis dan pencipta lagu Erdian Aji Prihartanto (37), yang sebagai artis musik dikenal dengan nama Anji, merasa dibungkam oleh sebagian netizen jika berbicara soal politik di media sosial.

Hal itu diungkapkan oleh Anji ketika menulis tentang salah satu peserta Pilkada DKI Jakarta 2017 pada akun media sosialnya. Padahal, menurut dia, apa yang ditulisnya bukan merupakan kritik atas tokoh itu.

"Di media sosial saya pernah di-bully gara-gara menuliskan sesuatu tentang calon pemimpin. Padahal, itu juga bukan kritik," kata Anji di H Gourmet & Vibes, Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/2/2017).

"Itu adalah kenyataan yang saya tulis, tapi pendukungnya marah. Kenapa, sih? Kami mau bersuara enggak boleh. Terus, dibilang musisi udahlah nyanyi aja, bikin lagu aja, enggak usah ngomongin politik," lanjut Anji.

Menurut Anji, artis musik juga warga masyarakat sehingga bebas memilih pemimpin baginya.

Lanjut Anji, kalau dia berpendapat di media sosial pun sah saja selagi pada akun pribadinya.

"Kenapa orang pintar di media sosial itu berusaha menjegal pemikiran atau pendapat orang lain dan berusaha menyamakan pendapatnya dengan mereka," ujarnya.

Gara-gara hal itu, Anji mengaku kehilangan sejumlah teman hingga penggemar.

"Karena mengomentari politik, ada sih beberapa teman yang unfollow karena memang pendapatnya beda," akunya.

Dari hal tersebut, Anji belajar dalam menilai kepribadian seseorang.

Menurut dia, kualitas seseorang bisa diukur dari bagaimana dia menyikapi sesuatu.

"Nah, cupu (culun punya, tidak keren) itu yang beda pendapat terus marah, nge-bully, unfollow, unshare. Berbeda dengan yang bisa menerima perbedaan dan pendapat," katanya lagi.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
RECIPES
SUP PANGSIT
SUP PANGSIT
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X