Joko Anwar: Berat Bikin Film Musikal di Indonesia

Kompas.com - 24/02/2017, 11:39 WIB
Joko Anwar memutar film pendeknya, Jenny, untuk aplikasi Tribe di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2016). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGJoko Anwar memutar film pendeknya, Jenny, untuk aplikasi Tribe di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2016).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Joko Anwar berpendapat membuat film bergenre drama-musikal bukanlah hal yang mudah di Indonesia.

Ia menambahkan penikmat film Tanah Air masih asing akan karya layar lebar bergenre itu.

"Di sini susah soalnya. Pasarnya belum ada. Bikin film musikal pasti yang nonton sedikit, sayang banget," kata Joko usai menghadiri gala premiere film Interchange di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017) malam.

Satu hal yang perlu dipikirkan dalam menggarap film musikal adalah biaya produksi karena umumnya melibatkan pemain yang banyak.

Karena itu, ia menyebut memproduksi drama musikal termasuk langkah yang berat bagi sineas Indonesia.

"Jadi untuk sekarang masih berat sih. Soalnya film musikal lebih mahal dari film biasa karena masif banyak penari, koreografi segala macem. Jadi misalnya udah bikin mahal-mahal, tapi enggak laku, ya susah," ucap Joko.

Tetapi jika nantinya sudah ada peluang dan melihat penonton Indonesia sudah banyak yang tertarik, bukan tidak mungkin ia bakal membuat film musikal.

"Mau, mau banget. Kalau dari segi genrenya sih aku suka. Suka nonton film musikal dan pengin bikin film musikal," ujar sutradara film Janji Joni itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X