"Kartini" versi Hanung Bramantyo, Tak Melulu soal Emansipasi

Kompas.com - 06/04/2017, 17:12 WIB
Hanung Bramantyo dalam wawancara usai konferensi pers film Kartini di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (5/4/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGHanung Bramantyo dalam wawancara usai konferensi pers film Kartini di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (5/4/2017).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Produser film Kartini, Robert Ronny, menyebut bahwa film arahan sutradara Hanung Bramantyo itu bakal menyajikan suguhan yang berbeda.

Jika selama ini orang-orang mengenal Kartini sebagai pejuang emansipasi wanita Indonesia, lewat film tersebut pihaknya ingin menampilkan sang Raden Ayu dari sudut pandang berbeda.

"Selama ini Kartini dikenal sebagai tokoh emansipasi saja. Nah kami bikin biopik yang beda, kami ingin orang terinspirasi dan lebih kenal Kartini sebagai tokoh pendidikan," ujar Robert dalam konferensi pers film Kartini di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (5/4/2017).

Sisi yang berbeda dari kisah Kartini itulah yang membuatnya kemudian tertarik memproduseri film yang dibintangi aktris Dian Sastrowardoyo itu.

"Ide buat film Kartini itu dari Hanung. Hanung tawarkan beberapa alternatif cerita, tapi saya lebih tertarik Kartini karena saya percaya Kartini sebagai tokoh pendidikan itu kurang diekspos," ucap Robert.

Hanung menambahkan, ia membuat film Kartini ini sebagai satu upaya membangun ulang pengetahuan masyarakat akan tokoh-tokoh sejarah.

Menurut Hanung, selama ini kisah sudah disampaikan kurang tepat oleh buku sejarah dan guru-guru kita.

"Saat SMP, saya melihat sejarah itu seperti buku cerita yang dibacain ibu. Ketika SMA, guru selalu ngomongin tahun dan dihafalin tapi enggak pernah ceritain sudut pandangnya. Dari mulai Soekarno, Hatta, Tan Malaka, bahkan DN Aidit enggak pernah diberi ruang untukk menafsir dari sisi lain," ucap Hanung.

"Saya sama Robert, lewat Kartini, kami lakukan investasi buat generasi sekarang dengan tafsir kekinian. Saya ingin membuat anak-anak muda menikmati film sejarah secara ringan, pop, dan kekinian. Saya mencoba mengemasnya serenyah mungkin," tambahnya.

Sederet aktor dan aktris kawakan Tanah Air ikut terlibat dalam film Kartini arahan sutradara Hanung Bramantyo ini.

Di antaranya adalah Dian Sastrowadoyo, Christine Hakim, Dedy Soetomo, Acha Septriasa, Adinia Wirasti, Reza Rahadian, Dwi Sasono, Djenar Maesa Ayu, dan lainnya.

Film produksi Legacy Picture dan Screenplay Production ini bakal tayang perdana pada 19 April 2017 mendatang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X