Dian Sastro: Sekarang Kita Semua Punya Kebebasan Bersekolah

Kompas.com - 21/04/2017, 07:00 WIB
Pemeran tokoh Kartini, Dian Sastrowardoyo berpose seusai wawancara eksklusif Kompas.com seputar film Kartini di Jakarta, Jumat (7/4/2017). Film garapan sutradara Hanung Bramantyo mengisahkan perjuangan RA Kartini akan tayang di bioskop mulai 19 April 2017. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPemeran tokoh Kartini, Dian Sastrowardoyo berpose seusai wawancara eksklusif Kompas.com seputar film Kartini di Jakarta, Jumat (7/4/2017). Film garapan sutradara Hanung Bramantyo mengisahkan perjuangan RA Kartini akan tayang di bioskop mulai 19 April 2017.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi artis peran Dian Sastro, peringatan Hari Kartini adalah momentum untuk mengingat kembali terobosan yang dilakukan oleh RA Kartini dalam menyetarakan derajat perempuan dengan kaum laki-laki.

"Makna Hari Kartini buat aku adalah di mana dalam satu hari itu kita diajak untuk memperingati banyaknya dobrakan-dobrakan yang sudah dibuat dan dipelopori oleh Ibu Kartini," ungkap tokoh utama dalam film Kartini ini saat ditemui pada acara "Panggung Para Prempuan Kartini", di Museum Bank Indonesia, Jakarta Barat, Selasa (11/4/2017).

"Misalnya pemisahan kasta hierarkis antara kaum ningrat dan rakyat biasa, sekarang kan kita enggak ngalamin lagi, begitu juga dengan kesetaraan gender, semua manusia baik laki-laki maupun perempuan merasakan pendidikan formal di sekolah," lanjutnya.

Ketika kebebasan menempuh pendidikan sudah terbuka lebar, Dian berpesan agar para wanita Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

[Baca juga: "Surat-surat Kartini" Dibacakan Para Perempuan dari Berbagai Profesi]

"Sekarang kita semua sudah punya kebebasan bersekolah semestinya tidak menyianyiakan kesempatan itu," tutur wanita yang telah menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Indonesia itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemeran Cinta dalan film Ada Apa Dengan Cinta itu juga mengakui bahwa Kartini banyak mengkritik paham Jawa yang sangat kental dengan sistem patriarki.

"Memang banyak sekali dari pakem Jawa itu yang dikritik oleh Kartini, karena dia melihatnya agak kotraproduktif berkenaan dengan kehidupan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Dia ngelihatnya itu sama sekali enggak terlalu penting," ujar Dian.

Dalam acara "Panggung Para Perempuan Kartini", Dian juga membacakan monolog dari cuplikan film Kartini.

[Baca juga: Dian Sastro Bacakan Monolog Cuplikan Film "Kartini"]

"Bacanya dengan baik. Tadi bukan puisi, itu potongan monolog yang ditulis Laila Chudori yang diambil dari buku dan skrip film Kartini," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.