Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sawahlunto Berpotensi Sebagai Warisan Budaya Dunia

Kompas.com - 21/04/2017, 23:56 WIB
Penulis Jodhi Yudono
|
EditorJodhi Yudono

PADANG, KOMPAS.com--Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batusangkar, Sumatera Barat, Nurmatias mengatakan tambang batu bara Ombilin Sawahlunto berpotensi diterima oleh Unesco sebagai warisan budaya dunia.

"Untuk saat ini Sawahlunto merupakan satu-satunya nominasi dari Indonesia yang diusulkan ke Unesco sebagai warisan budaya dunia," katanya di Padang, Rabu.

Ia mengatakan sebelumnya ada dua nominasi yang diusulkan dari Indonesia, yaitu Kota Tua Jakarta dan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto.

Akan tetapi dalam perosesnya, kota tua Jakarta mengundurkan diri sehingga Sawahlunto menjadi satu-satunya nominasi sehingga berpotensi untuk dicatat sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco.

"Hingga 28 September nanti seluruh pihak terkait harus bekerja maksimal dan berpacu dengan waktu untuk mengupayakan kelengkapan data dalam pengusulan," katanya.

Selanjutnya, Nurmatias menjelaskan dalam pengusulan ini akan dilakukan perluasan wilayah guna menambah nilai tawar bagi Sawahlunto untuk kemudian bisa diterima.

Perluasan wilayah dilakukan hingga ke daerah Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang.

Menurutnya beberapa kabupaten/kota tersebut merupakan daerah yang dilewati oleh jalur kereta api yang pernah membawa hasil tambang dari Sawahlunto menuju Pelabuhan Teluk Bayur yang ada di Padang.

"Untuk menambah nilai tawar terhadap Kota Tambang Sawahlunto maka kemudian dilakukan perluasan pada beberapa aspek, salah satunya adalah dengan memasukkan jalur kereta api yang memiliki peran penting dalam industri tambang batu bara masa itu," katanya.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, pengusulan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto sebagai warisan dunia pada Unesco selanjutnya akan berdampak positif terhadap pariwisata.

"Dengan terdaftarnya Sawahlunto sebagai warisan dunia tentu akan mendatangkan para wisatawan yang akan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber ANTARA

Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+