Peduli Lagu Anak, Kompas Gramedia Kembali Gelar Dendang Kencana

Kompas.com - 26/04/2017, 13:04 WIB
Dian HP diabadikan saat sedang memberikan Workshop Cipta Lagu Anak 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2017) KOMPAS.com/SINTIA ASTARINADian HP diabadikan saat sedang memberikan Workshop Cipta Lagu Anak 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2017)
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompas Gramedia kembali menggelar rangkaian acara Dendang Kencana, yang sudah vakum selama 21 tahun terakhir.

Rangkaian acara Dendang Kencana ini diisi dengan empat kegiatan utama, yaitu Workshop Cipta Lagu Anak, Lomba Cipta Lagu Anak, Workshop Musik & Vokal, hingga Lomba Paduan Suara TK-SD.

Dendang Kencana diawali dengan Workshop Cipta Lagu Anak yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, pada 25-26 April 2017.

Pemberi materi dalam workshop tersebut adalah penata musik Dian HP dan pengajar musik Universitas Negeri Jakarta, Caecilia Hardiarini.

[Baca juga: Seberapa Banyak Penulis Lagu Anak di Indonesia?]

Sebanyak kurang lebih 30 peserta yang merupakan guru PAUD hingga SMA hadir dalam kegiatan ini.

Nantinya, pelatihan ini akan dilanjutkan di Amaris Hotel Sriwedari Solo pada 5-6 Mei, Santika Hotel Premiere Yogyakarta pada 8-9 Mei, dan berakhir di Bentara Budaya Bali pada 15-16 Mei 2017.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dendang Kencana ingin diadakan lagi karena Kompas Gramedia prihatin dengan minimnya lagu anak yang sesuai dengan tumbuh kembang anak terutama, anak usia TK dan SD," kata Ketua Panitia Dendang Kencana Paulina Dinartisti saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/4/2017).

[Baca juga: Jika Ingin Mencipta Lagu Anak, Kenali 4 Cirinya?]

"Lagu yang sering dinyanyikan adalah lagu orang-oranv dewasa yang secara teknik vokal, lirik, struktur lagu kurang sesuai dengan anak-anak," imbuhnya.

Dikatakannya lagi, Dendang Kencana ini memang sesuai dengan fokus Corporate Social Responsibility (CSR) Kompas Gramedia.

"Sesuai dengan fokus CSR Kompas Gramedia, yaitu pendidikan, seni, dan budaya, maka KG merasa perlu untuk menggiatkan ini kembali sebagai bagian upaya mencerdaskan kehidupan bangsa," tambah Dinar.

[Baca juga: Dian HP: Tak Sulit Membuat Lagu Anak, tetapi...]

Sebagai informasi, setelah mengikuti workshop cipta lagu, para guru akan diajak untuk mengikuti Lomba Cipta Lagu Anak pada Juni-Juli 2017.

Lagu-lagu dari lomba tersebut akaj digunakan untuk materi Lomba Paduan Suara Anak-anak tingkat TK-SD pada Oktober sampai November 2017.

Namun, sebelum Lomba Paduan Suara berlangsung, akan ada pula Workshop Musik dan Vokal pada Agustus dan September 2017 yang diperunyukkan bagi guru.

Tujuannya supaya dapat mempersiapkan anak didiknya dalam mengikuti lomba akhir tahun nanti.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X