Garap Film dari Kemenhan, Hanung Bramantyo Mendapat Amanah

Kompas.com - 29/04/2017, 18:55 WIB
Sutradara film Seteru, Hanung Bramantyo. KOMPAS.com/Reni Susanti Sutradara film Seteru, Hanung Bramantyo.
Penulis Reni Susanti
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com – Sutradara Hanung Bramantyo sempat terkejut ketika Kementerian Pertahanan (Kemenhan) hendak membuat film “ Seteru”.

Alasannya sederhana, karena militer Indonesia jarang berbicara kebudayaan, khususnya film.

Berbeda halnya dengan Amerika. Di sana film adalah senjata.

Namun kini negara memperlihatkan keterlibatannya dalam perfilman Indonesia. Kementerian Pertahanan membiayai produksi film “Seteru”.

“Ini positif. Saya merasa mendapat amanah. Sekarang kita berbicara (Seteru) tentang kebinekaan. Selanjutnya bisa tentang agama. Atau seluruh Indonesia harus sudah disusupi ketahanan nasional,” ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (29/4/2017).

Sebenarnya, sambung Hanung, negara sangat berperan dalam perfilman Indonesia pada masa Orde Baru. Presiden Soeharto mengajak sutradara-sutradara ternama untuk membuat film.

Sayangnya itu tidak langgeng karena film yang dibuat berisi doktrin dan bersifat propaganda Orde Baru. Pada masa itu, melalui Departemen Penerangan, negara memegang kendali film.

Lalu masuklah ke masa reformasi dan negara melepas keterlibatannya di perfilman Indonesia.

“Sebetulnya bukan itu yang diharapkan. Negara harus tetap terlibat dalam membangun infrastruktur perfilman,” ungkap pria kelahiran Yogyakarta, 1 Oktober 1975 ini menjelaskan.

Persoalannya, jika melihat film yang masuk Indonesia, sudah mencuci otak generasi muda Indonesia.

Generasi muda lupa siapa pahlawan mereka dan apa arti nasionalisme. Mereka pun mengunggulkan produk luar.

“Itu artinya, dari sisi kebudayaan bisa dikatakan sudah tergerus,” tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X