Pihak Nagaswara Angkat Bicara soal Kasus Iwa K

Kompas.com - 04/05/2017, 23:26 WIB
CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna bersama grup band The Dance Company dan Saint Loco diabadikan pada Jumpa Pers New Hits Singles 2Rockomotive, di Hard Rock Cafe,  Jakarta Pusat,  Kamis (4/5/2017). KOMPAS.com/IRA GITACEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna bersama grup band The Dance Company dan Saint Loco diabadikan pada Jumpa Pers New Hits Singles 2Rockomotive, di Hard Rock Cafe, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Produser eksekutif rekaman sekaligus CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna, memberi pernyataan tentang sikap pihaknya mengenai rapper Iwa K terjerat kasus narkotika.

"Kalau saya, ini di luar kehendak kita semua, karena memang yang terjadi kita enggak tahu juga ya, kita sangat tidak mengharapkan kejadian ini terjadi," kata Rahayu dalam wawancara setelah acara peluncuran New Hits Singles 2Rockomotive di Hard Rock Cafe, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).

Seharusnya, Iwa sekarang menjalani promosi lagu "Bebas"-nya yang digarap ulang oleh band Saint Loco bersamanya. Konsep kerja sama mereka adalah Saint Loco feat Iwa K. Saint Loco merupakan salah satu band dalam proyek musik 2Rockomotive

Iwa ditangkap di Terminal 1A Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, pada Sabtu (29/4/2017) kira-kira pukul 05.00 WIB.

Ia kedapatan membawa tiga linting rokok yang diduga mengandung tetrahydrocannabinol (THC) atau ganja.

Rahayu mengaku sangat terkejut atas kabar tersebut dan berencana ingin mengunjungi Iwa, meski harus menunggu waktu yang tepat.

"Saya sangat terkejut juga dengan kejadian Iwa, dengan masalahnya. Saya juga enggak bisa berbuat apa pun, cuma mengharapkan, mendoakan ya. Mungkin kami akan mengunjungi ke sana (tahanan), dicari waktunya. Kan waktunya ini masih akan berlanjut, (Iwa) mau dibawa ke mana, kami enggak tahu," ucapnya.

Rahayu mengaku pula bahwa pihaknya juga merasa down.

"Kalau kerugian lebih kepada moral, yang mana kami sempat down, apalagi penangkapan tersebut menjelang launching yang telah kami rencanakan sebelumnya," ucapnya lagi.

"Itu yang menjadi beban mental. Semua sempat down, terutama Saint Loco. Cuma, saya bilang, 'Ya udah, kita hadapi aja apa pun yang terjadi, ini di luar kemampuan kita," lanjutnya.

Karena kasus narkotika tersebut, Rahayu mengatakan bahwa pihaknya harus menunda  pembuatan album Saint Loco selanjutnya, dan menyisakan beban moral bagi pihak label rekaman itu.

"Sebetulnya, kami mau melangkah ke album, jadi agak ketunda aja," ujarnya.

"Tentunya dengan masalah kepercayaan, kami percaya artis-artis kami tuh enggak pakai narkoba. Itu aja," sambungnya.

"Tapi, dalam hal in, kami ya punya tanggung jawab moral, khususnya dalam musik itu no drugs. Selain memberantas pembajakan, kami juga memberantas ketergantungan pada narkoba," ujarnya lagi.



Rekomendasi untuk anda
RECIPES
SUP PANGSIT
SUP PANGSIT
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X