Bams Eks Samsons Tak Asing dengan "Ransomware" WannaCry

Kompas.com - 15/05/2017, 14:10 WIB
Bams eks Samsons diabadikan di The Westin Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/5/2017). Ia menghadiri pameran lukisan tunggal karya ibunya, Desiree Sitoempoel. KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanBams eks Samsons diabadikan di The Westin Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/5/2017). Ia menghadiri pameran lukisan tunggal karya ibunya, Desiree Sitoempoel.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Bams eks Samsons mengaku tidak asing dengan program jahat bernama ransomware WannaCry yang tengah menghebohkan dunia global sejak Jumat (12/5/2017) pekan lalu.

"Pernah. Kalau gua jujur ya cepat atau lambat itu pasti datang sih, karena memang orang sekarang sudah benar-benar tergantung sama teknologi," ujar Bams saat dijumpai di The Westin Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/52017).

"Jadi, makin banyak orang yang mau bikin virus atau mengambil data semua orang. Sudah pasti bakal banyak orang yang ngelakuin seperti itu. Jadi memang security system-nya mesti dikembangin," lanjut dia.

Sebagai seorang pengusaha pemula yang menggunakan sistem komputerisasi, Bams mengaku sudah mengantisipasinya. Sejauh ini, kata Bams, tidak ada tanda-tanda serangan virus itu pada sistem bisnisnya.

"Belum sih. Karena kalau gue lihat, yang jadi sasaran tuh bukan sistem yang gua pakai lah. Pasti (perusahaan) yang lebih besar dari gue lah. Company gue kecil-kecil dan belum serumit itu juga sih," kata dia.

Jika dulu Bams menggunakan sistem operasi Windows, kini Bams mulai mengalihkannya ke sistem operasi iOS milik Apple.

"Karena gue pakai salah satu brand yang memang enggak butuh antivirus. Kecuali gue pakai brand yang satunya lagi atau satunya lagi, itu baru butuh antivirus," kata dia.

"Jujur gue pindah brand karena gue enggak mau kena virus. Pernah sih, karena kalau pakai brand yang itu enggak di-update sekali aja langsung kena virus. Orang virusnya ber-billion-billion virus," lanjut dia.

Adapun ransomware berjenis WannaCry itu telah berekspansi ke sekitar 100 negara, termasuk Indonesia.

Atas kejadian itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengambil tindakan cepat dengan merangkul lembaga atau instansi terkait, untuk bekerja sama mencari solusi atas insiden yang bisa dibilang sebagai "terorisme cyber" itu.

[Baca juga: Bams Eks Samsons Paksa Ibunya Gelar Pameran Lukisan]

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X