Ustaz Solmed Tak Tahu Alasannya Ditahan di Imigrasi Singapura

Kompas.com - 04/06/2017, 03:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ustaz Solmed masih bertanya-tanya alasan ditahan hampir sembilan jam ditahan di Bandar Udara Internasional Changi Singapura pada Sabtu (3/6/2017).

Solmed ditahan ketika akan pulang ke Indonesia bersama seorang ustaz yang merupakan anak dari Ketua Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta.

"Yang saya ingin tahu, saudara tahan saya atas dasar apa? Saya ditahan sampai berjam-jam sendiri tuh dasarnya apa? Kalau saya salah, salahnya apa? Kan saya jadi tahu. Nah, jawaban itu enggak pernah saya dapat," kata Solmed.

[Baca juga: Ini yang Dilakukan Ustaz Solmed Sebelum Ditahanan Imigrasi Singapura]

 

Solmed sendiri berada di Singapura untuk keperluan menjenguk ayah dari sahabatnya yang sedang sakit.

Solmed menuturkan bahwa ia digiring ke sebuah ruangan ketika memasuki pemeriksaan imigrasi bandara. Ia dan temannya kemudian ditahan dan dinterogasi di ruang terpisah.

"Di situ, segala barang pribadi seperti paspor hingga gawai miliknya ditahan. Bahkan alamat email, nomor telepon, dan media sosial juga dimintai oleh pihak imigrasi."

Setelah menjalani pemeriksaan, ia lalu diizinkan pulang pada pukul 19.50 waktu Singapura dan tiba di Indonesia pada pukul 20.45 WIB.

Terkait hal itu, Solmed belum akan mengambil langkah apapun atas permasalahan yang telah menimpanya.

[Baca juga: Ustaz Solmed 10 Jam Mendekam di Ruang Tahanan Imigrasi Singapura]

 

"Yang penting saya sudah mencoba bercerita tentang kejadian ini, yang saya alami seperti ini, saya enggak tahu apakah ini bisa menjadi pembelajaran untuk semua. Mengapa mereka melakukan hal seperti itu kepada saya?" kata dia.

"Saya sebut saat itu saya warga negara Indonesia. Kenapa diperlakukan seperti itu? Sepertinya mereka tidak ada rasa sungkan kepada Indonesia. Dan mereka tahu saya ustadz. Mereka tanya, 'Kamu ustaz Solmed ya? Yang suka di TV?', mereka tahu," kata dia.

[Baca juga: Akhirnya, Ustaz Solmed Meminta Maaf]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.