Lea Simanjuntak Jadi Inisiator Konser Amal

Kompas.com - 13/07/2017, 17:14 WIB
Lea Simanjuntak diabadikan di Foodism, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANLea Simanjuntak diabadikan di Foodism, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Lea Simanjuntak menjadi salah satu inisiator untuk konser amal bertajuk Raising Hope Concert. Pertunjukan ini akan diselenggarakan di Dian Ballroom Raffles Jakarta Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan pada 3 Agustus 2017.

"Judunya Raising Hope Concert, saya pengin buat orang-orang di Jakarta, pengin membangkitkan harapan untuk orang Jakarta untuk bahu-membahu bahwa kita bisa banyak melakukan hal besar," kata dia Foodism, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017).

Lea mengungkapkan bahwa hasil donasi dari kegiatan amal ini akan disumbangkan untuk mengembangkan kegiatan sosial dan program kerja revitalisasi HKBP Sudirman Jakarta. Salah satunya adalah memberikan layanan kesehatan gratis dan pembangunan taman.

"Kami tahun ini ingin membuka fasilitas untuk taman umum, ada klinik umum. Gereja kan memang fungsinya sosial juga. Jadi seperti itu akan jadi taman," kata dia.

Lea bersedia menjadi inisiator acara tersebut lantaran memiliki ikatan histori dengan HKBP Sudirman. Sejak kecil ia sudah menjadi jamaah gereja tersebut.

Menurut dia, perlu ada pengembangan dan revitalisasi terhadap gereja yang berada di pusat kota. Apalagi di sekitar gereja dikeliling oleh pusat perkantoran, apartemen, dan hotel.

"Itu di sekeliling tinggi-tinggi dan struktur lebih modern. Sedangkan gereja sudah ketinggalan, tanah sudah yang paling rendah," ujar dia.

Karena hal itu, Lea bersama pengikut HKBP Sudirman tergerak untuk mengalang dana untuk tujuannya tersebut. Mulai dari gelaran musik hingga pameran lukisan yang bisa menyumbangkan dana juga ada.

"Ini terbuka untuk umum. Kami tidak membatasi siapapun. Lagu-lagu yang dibawakan itu universal. Kami mau menyanyikan tentang rasa persatuan, kami ingin suguhkan solidaritas, motivasi yang hari depan," kat dia.

"Hal-hal yang bersifat universal. Jadi bukan besifat KKR atau konser religi. Enggak. RHP bisa didatangi semua orang dari berbagai kalangan," lanjut dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X