Jeremy Thomas Minta LPSK Melindungi Putranya

Kompas.com - 18/07/2017, 19:08 WIB
Jeremy Thomas didampingi tim kuasa hukumnya berjumpa dengan para wartawan sesudah mereka melaporkan delapan oknum polisi yang diduga pelaku penganiayaan terhadap putranya, Axel Matthew Thomas, ke Sentra Pelayanan Propam Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (17/7/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGJeremy Thomas didampingi tim kuasa hukumnya berjumpa dengan para wartawan sesudah mereka melaporkan delapan oknum polisi yang diduga pelaku penganiayaan terhadap putranya, Axel Matthew Thomas, ke Sentra Pelayanan Propam Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (17/7/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Jeremy Thomas meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk melindungi putranya, Axel Matthew Thomas, yang menjadi korban dugaan penganiayaan oleh oknum polisi.

Jeremy meminta perlindungan usai pihak kepolisisan menetapkan Axel sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkoba.

"Ya permohonan perlindungan. Tadi masih lisan," kata Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo, usai mengunjungi Axel di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2017).

Hasto mengatakan, dalam pertemuan tadi Jeremy menceritakan kronologi dugaan penganiayaan terhadap anaknya oleh oknum polisi. Setelah itu, pihaknya melihat langsung kondisi fisik Axel di ruang rawat inap.

"Yang saya lihat memang mengalami luka-luka dan lebam. Itu indikasi memang ada penganiayaan atau pemukulan. Lebam-lebam ada dan sedikit luka," kata Hasto.

"Kami sayangkan jika benar dilakukan aparat kepolisian, ya mestinya tidak dengan kekerasan. Yang jelas bekas pemukulan-pemukulan itu lebih terlihat kepada Axel," katanya lagi.

Hasto menjelaskan, kedatangan LPSK ke RSPI ini merupakan upaya pihaknya untuk memastikan apakah benar Axel menjadi korban atau tidak.

"Karena ini sudah terlalu luas ceritanya ya kami ingin meyakinkan diri kami yang bersangkutan ini korban atau bukan. Itu yang paling penting buat LPSK," ujar Hasto.

Setelah ini, Hasto berharap keluarga Axel dapat segera mengajukan permohonan perlindungan secara resmi kepada LPSK untuk kemudian ditindaklanjuti. 

"Kami akan lakukan investigasi dan penjajakan kepada korban dan keluarganya. Kami ke TKP untuk mengetahui bagaimana ceritanya. Setelah itu kami akan lakukan rapat paripurna untuk menetapkan perlindungan itu diterima apa tidak," ucap Hasto.

LPSK juga nantinya berkoordinasi dengan kepolisian.

"Kami akan lakukan komunikasi dengan kepolisian. Setelah permohonan itu secara resmi disampaikan kepada kami," ujarnya.

Lalu perlindungan seperti apa yang bakal diberikan LPSK kepada Axel jika permohonannya diterima?

"Ya perlindungan tergantung kebutuhan. Kalau enggak di mana-mana ya tetap di rumah aja. Kalau perlu pengawalan ya kami kawal. Kalau tidak ya barangkali lewat komunikasi saja. Kalau perlu diamankan ya di rumah aman," ujar Hasto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X