Chester Bennington "Linkin Park" Alami Kekerasan Seksual di Masa Kecil

Kompas.com - 21/07/2017, 10:38 WIB
Vokalis Linkin Park, Chester Bennington, saat tampil festival musik Rock in Rio di Bela Vista Park, Lisbon, Portugal pada 26 Mei 2012. Ia meninggal dunia akibat bunuh diri pada Kamis (20/7/2017). AFP PHOTO / PATRICIA DE MELO MOREIRAVokalis Linkin Park, Chester Bennington, saat tampil festival musik Rock in Rio di Bela Vista Park, Lisbon, Portugal pada 26 Mei 2012. Ia meninggal dunia akibat bunuh diri pada Kamis (20/7/2017).
EditorKistyarini

KOMPAS.com - Dunia musik dikejutkan dengan kabar kematian vokalis band Linkin Park, Chester Bennington.

Ia mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri di rumahnya di Palos Verdes Estates, California, pada Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 09.00 pagi. Jenazahnya ditemukan oleh seorang pegawainya.

Bennington dilahirkan di Phoenix, Arizona, pada 20 Maret 1976. Ia mengalami masa kecil yang buruk yang menimbulkan trauma hingga masa dewasanya.

Orangtuanya bercerai ketika ia berusia 11 tahun. Ia kemudian tinggal dengan ayahnya, yang merupakan polisi dalam kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak.

Bertahun-tahun kemudian Bennington mengungkap bahwa sejak usia 7 tahun ia menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan seorang temannya yang lebih tua.

"Saya dipukuli dan dipaksa melakukan hal-hal yang saya tidak ingin lakukan," tuturnya kepada majalah musik Kerrang! pada 2008.

"Hal-hal itu membuat saya kehilangan kepercayaan diri. Seperti kebanyakan orang, saya takut berbicara. Itu pengalaman yang sangat mengerikan. Kekerasan seksual itu berlanjut sampai saya berumur 13 tahun," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada akhirnya ia berterus terang kepada ayahnya. Namun dia memutuskan tidak melanjutkan kasus itu ke ranah hukum setelah tahu bahwa pelakunya juga seorang korban.

"Saya tidak butuh balas dendam," kata Bennington kepada Guardian tentang hal itu.

Korban "bullying"

Namun trauma akibat kekerasan itu terus menghantuinya. Ia pun mencari pelarian di obat-obatan terlarang.

Pada usia muda, ia mulai mengonsumsi ganja, opium, kokain, sabu, hingga LSD. Itu masih ditambah dengan minum minuman keras.

Masa SMA juga tidak lebih baik. Ia menjadi korban perundungan (bullying) karena fisiknya.

"Saya dipukuli hanya karena saya kurus dan berpenampilan berbeda," tutur Bennington.

Pada usia 17 tahun ia pun tinggal bersama ibunya. Ketika tahu putranya mengonsumsi narkoba, ibunya pun mengurungnya di dalam rumah.

Bennington mulai mengenal musik menjelang akhir SMA di Phoenix. Ia bergabung dengan band Grey Daze dan sempat menelurkan tiga album antara 1993 hingga 1997. Namun band itu tidak sukses.

Pada tahun 1996 ia memiliki anak lelaki, Jaime, dari pacarnya Elka Brand. Belakangan, pada tahun 2006, ia mengadopsi saudara tiri Jaime, Isaiah.

Pada tahun yang sama Bennington menikah dengan Samantha Marie Olit. Untuk menghidupi keluarganya, ia bekerja di sebuah perusahaan layanan digital sambil terus bermain band.

Tak kunjung mendulang kesuksesan di dunia musik, Bennington menyerah. Sampai akhirnya ia bertemu Jeff Blue, Vice President A&R di Zomba Music di Los Angeles.

Halaman:


Sumber People
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.