Berkat Dendang Kencana 2017, Indonesia Punya 20 Lagu Anak-anak Baru

Kompas.com - 27/07/2017, 23:47 WIB
Sejumlah anak-anak bernyanyi saat acara lomba cipta lagu di ajang Dendang Kencana di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017). Kompas Gramedia kembali menggelar rangkaian acara lomba cipta lagu Dendang Kencana, yang sudah vakum selama 21 tahun terakhir. Acara ini diberi tajuk “Lagu Untuk Anakku – Dendang Kencana 2017”. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSejumlah anak-anak bernyanyi saat acara lomba cipta lagu di ajang Dendang Kencana di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017). Kompas Gramedia kembali menggelar rangkaian acara lomba cipta lagu Dendang Kencana, yang sudah vakum selama 21 tahun terakhir. Acara ini diberi tajuk “Lagu Untuk Anakku – Dendang Kencana 2017”.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Lagu-lagu hits seperti "Shape of You" dan "Despacito" sebenarnya ditujukan bagi orang dewasa. Namun, nyatanya anak-anak zaman kini malah dengan mudah memutarnya berkali-kali dan menghapalnya dengan baik.

Harus disadari, anak-anak zaman sekarang memang kesulitan mendapatkan akses mendengar lagu anak-anak yang memang sesuai dengan umur mereka.

Karenanya, Kompas Gramedia kembali menggiatkan Dendang Kencana, sebuah acara yang diselenggarakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lagu anak-anak.

Selain mengadakan Lomba Cipta Lagu Anak, adapula workshop Cipta Lagu Anak yang diadakan di lima kota di Indonesia, yakni Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Bali.

Selain itu, Dendang Kencana ini juga diisi dengan workshop musik, vokal, dan gerak, serta paduan suara anak ingkat TK dan SD yang akan diadakan pada Oktober hingga November 2017.

Untuk Lomba Cipta Lagu Anak , panitia menerima 669 judul lagu yang terbagi atas 304 lagu kategori TK dan 365 lagu kategori SD.

[Baca juga: Peduli Lagu Anak, Kompas Gramedia Kembali Gelar Dendang Kencana]

 

Komposer Dian HP yang turut menjadi salah satu juri mengatakan, bahwa dirinya tak menyangka ada banyak pembuat lagu anak-anak yang berminat mengikuti Lomba Cipta Lagu Anak Dendang Kencana 2017 ini.

"Saya wow banget lihat jumlahnya. Lagu hampir 700. Nah mau momen penjurian, ternyata sampai 700 lagu yang masuk. Itulah yang menjadi harapan besar untuk lagu anak-anak Indonesia," kata Dian dalam gelaran acara Penganugerahan 20 Lagu Anak Dendang Kencana 2017, di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

"Sebetulnya saya senang dan surprise karena temanya berbeda-beda. Ada tema alam, binatang, buah, dan lain-lain. Tema dibutuhkan oleh anak-anak yang tepat sesuai umur mereka. Temanya lucu-lucu," imbuhnya.

Sebagai informasi, ada empat kriteria penilaian lomba membuat lagu anak ini, yaitu keharmonisan, lirik, struktur lagu, juga melodi. Setelah melalui proses penjurian, ada 10 lagu anak-anak kategori TK dan 10 lagu kategori SD yang berhasil menjadi juara di acara ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X